
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim China mengundurkan diri dari turnamen Denmark Terbuka Super Series yang akan berlangsung di Odense, 20-25 Oktober. Asosiasi Bulu Tangkis China menarik semua pemainnya karena mereka mengeluh kelelahan setelah mengikuti pekan olahraga nasional yang digelar negara tersebut pekan ini.
"Tidak hanya satu tetapi 26 orang membatalkan partisipasinya dalam Denmark Terbuka di Odense...," kata direktur olahraga Asosiasi Bulu Tangkis Denmark, Finn Traerup-Hansen, seperti dikuti badzine.info.
Dengan pengunduran diri tim China tersebut, penyelenggara turnamen akan melakukan undian ulang pada Senin (19/10).
Pemain nomor satu Denmark Peter Gade difavoritkan akan memenangi kembali gelar tunggal putra karena ia tidak akan berjumpa dengan superstar China, Lin Dan.
"Persiapan saya untuk turnamen ini tidak berubah, meskipun China tidak akan datang. Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali memenangi gelar," ujar Peter yang menyesal karena tidak mendapat kesempatan bertemu pemain China di kandang sendiri.
Asosiasi Bulu Tangkis Denmark berusaha keras membujuk China agar tetap hadir. Mereka masih terus berdialog dengan Asosiasi China dan federasi Internasional.
"Kami jelas sangat kecewa dengan penarikan diri China. Kami juga yakin bahwa BWF semestinya mengambil langkah," kata Traerup-Hansen.
Jika China tidak jadi datang, pengundian ulang akan dilaksanakan Senin. Direktur Turnamen sudah merevisi unggulan bagi nomor tunggal dalam turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS tersebut.
Pemain Denmark Peter Gade dan Tine Rasmussen menjadi unggulan teratas, Joachim Persson unggulan ketiga dan Jan O Jorgensen diunggulkan di tempat ketujuh.
Sementara itu tunggal putra Indonesia, Sony Dwi Kuncoro dan Simon santoso berturut-turut menjadi unggulan kedua dan kelima. Adapun Adriyanti Firdasari berada di urutan keenam dalam unggulan tunggal putri.
- Berikut ini unggulan baru pada Denmark Terbuka:
Tunggal putra
1. Peter Gade, Denmark
2. Sony Dwi Koncuro, Indonesia
3. Joachim Persson, Denmark
4. Wong Choong Hann, Malaysia
5. Simon Santoso, Indonesia
6. Chetan Anand, India
7. Jan O Jorgensen, Denmark
8. Dicky Palyama, Belanda
Tunggal putri
1. Tine Rasmussen, Denmark
2. Pi Hongyan, Prancis
3. Saina Nahwal, India
4. Juliane Schenk, Jerman
5. Petya Nedelcheva, Bulgaria
6. Adriyanti Firdasari, Indonesia
7. Ai Goto, Jepang
8. Judith Meulendijks, Belanda
Minggu, Oktober 18, 2009
China Mundur dari Denmark Terbuka
Diposting oleh Peji Nopeles di 15.46 0 komentar
Label: Denmark Super Series 2009
Jumat, Oktober 16, 2009
Pasangan Albert/Rizki Melaju ke Babak Ketiga

Medan (ANTARA News) - Pasangan Albert Saputra/Rizki Yanu (Tim Pelatnas Jakarta) melaju ke babak ketiga atau 16 besar di kelas ganda dewasa putra setelah di babak kedua menang 21-3, 21-6 atas pasangan Budi/Hartono (Abadi Badminton Aka, Pekanbaru) di Kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional Bulu Tangkis "Piala Gubernur Sumatera Utara" di Medan, Kamis.
Kemenangan pasangan itu merupakan "angin segar" dan kesempatan berharga untuk melangkah ke babak berikutnya.
Albert dan Rizki usai petandingan, mengatakan, penampilan mereka saat melawan pasangan Budi dan Hartono biasa-biasa saja dan tidak terlalu capek atau "peras kepala".
Namun, katanya, mereka tetap serius dan selalu konsentrasi menerima pukulan bola panjang dan pendek yang dilakukan kedua pebulutangkis itu.
Menurut Rizki, pola permainan, strategi, dan teknik yang dilakukan lawan itu cukup bagus dan kelemahan mereka tidak konsentrasi dan belum punya pengalaman tanding.
"Kedua pemain itu (Budi dan Hartono,red) akan semakin baik, bila tetap rajin berlatih," katanya.
Rincian hasil pertandingan babak kedua ganda dewasa putra sbb: pasangan Ade Hidayat dan Suryadi (PB Angkasa P Gemilang) menang 21-14,21-10 lawan Fery Gunawand dan Ridho Tilah (PB Silva), Christopher Rusdianto dan Rian Agung Saputro (Tim Pelatnas) menang 21-8 dan 21-11 lawan Andi dan Salman (PB Indocape).
Selain itu, Asril Gea dan Mi Cheng (PB Malibu) menang WO atas Diogofar dan Renato (Pengprov Bengkulu), Hendra Mulyono dan Mhd Rizki Delynugraha (Tim Pelatnas) menang 21-9,21-10 lawan Fadlan dan Rizki Alfazri (Aceh Utara-Lhokseumawe), Adnan Fauzi dan Farhat (PB Surya Naga) menang 21-13,21-16 lawan Berman R dan Sukri Sultan (Pencab Kabupaten Siak) dan Andhika Anhar dan Hendra Setyo Nugroho (Tim Pelatnas) menang 21-13,21-9 lawan Lucas Alexander dan Juliandi (PB Angsapura) .
Diposting oleh Peji Nopeles di 17.16 0 komentar
Pebulutangkis Afsel Tak Didampingi Pelatih

Medan (ANTARA News) - Patel Mhd Pervez Bashir pebulutangkis Afrika Selatan yang ikut berpartisifasi meraimaikan Kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional Bulu Tangkis "Piala Gubernur Sumatera Utara di Medan, tanpa didampingi oleh pelatih.
"Kita cukup salut dengan atlet asing itu, tanpa didampingi pelatih ikut bermain di Indonesia," kata Ketua Bidang Turnamen & Perwasitan PB PBSI, Mimi Irawan di Medan, Kamis.
Menurut dia, kehadiran pebulutangkis Afrika tampil di kejurnas itu, benar-benar suatu kejutan dan jarang terjadi seperti ini.
Pemain asing yang tampil berani dan ingin maju itu perlu dihargai dan diberikan dorongan dan jangan dipersulit," katanya.
Beberapa pemain asing yang ikut di kejurnas itu, yakni Ng Yi Hang, Cheam June Wei, Yeoh Kah Seah (Malaysia), Sielke Barezz (Belgia), Daniel Gouw (Amerika Serikat), Raj Popat (Inggris) dan Lin Jian Cheng Hsiung (China) ikut didampingi pelatih.
Karena pelatih itu adalah merupakan pendamping yang setia dan sangat diperlukan dalam mengikuti pertandingan, bahkan juga sebagai tempat konsultasi bila pemain sedang menghadapi problem.
Selain itu, pelatih itu juga dianggap seperti "orang tua" bagi pemain dan pemberi semangat di kala sedang bertanding.
Untuk itu, katanya, merasa salut dengan kehadiran pemain Afrika yang datang sendirian ke Indonesia.
Padahal pemain Afrika itu juga memiliki pelatih di negaranya.
Ditanya bagaimana keadaan Patel tanpa pelatih itu, Mimi mengatakan, biasa-biasa dan tetap bersemangat.
Bahkan, katanya, saat pendaftaran ke panitia di kejurnas itu, dia datang sendiri dan melengkapi segala persyaratannya.
"Semangat Patel untuk bertanding dan mencari pengalaman di Indonesia cukup tinggi. Diprediksi bahwa pemain Afrika itu akan mampu menjadi pemain kelas dunia," kata Mimi
Diposting oleh Peji Nopeles di 17.04 0 komentar
BWF world 100 besar pemain indonesia
Daftar 100 peringkat pebulutangkis indonesia berdasarkan release BWF :
Tunggal Putra :
5. Taufik Hidayat
9. Sony Dwi Kuncoro
14. Simon Santoso (-1)
18. Andre Kurniawan Tedjono (+1)
44. Dionysius Hayom Rumbaka (-2)
94. Andreas Adityawarman (-2)
Tunggal Putri :
17. Adrianti Firdasari
29. Maria Febe Kusumastuti (-8)
47. Maria Kristin Yulianti (+1)
61. Pia Zebadiah Bernadet (-1)
67. Rosaria Yusfin Pungkasari (-6)
80. Fransiska Ratnasari (-2)
89. Maria Elfira Christina (-12)
Ganda Putra :
1. Markis Kido/Hendra Setiawan
7. Alvent Yulianto CHandra/Hendra Aprida Gunawan
16. Ahsan Mohammad/Bona Septano
24. Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki
34. Lingga Lie/Fernando Kurniawan
39. Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto (+1)
57. Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi (+1)
63. Rendra Wijaya/Fran Kurniawan (-9)
81. Joko Riyadi/Candra Wijaya
94. Flandy Limpele/Halim Haryanto Ho [INA/USA] (-4)
98. Candra Wijaya/Rendra Wijaya (-3)
Ganda Putri :
9. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari
12. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari
37. Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin
50. Lilyana Natsir/Vita Marissa (-2)
57. Nadya Melati/Vita Marissa (-2)
60. Rani Mundiasti/Jo Novita (-2)
63. Debby Susanto/Pia Zebadiah Bernadet (-3)
74. Lita Nurlita/Endang Nursugianti (+2)
83. Vita Marissa/Mona Santoso (+1)
86. Dewi Komala/Keshya Nurvita Hanadia (+1)
Ganda Campuran :
3. Nova Widianto/Lilyana Natsir
15. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita
19. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (-1)
31. Flandy Limpele/Anastasia Russkikh [INA/RUS] (-2)
43. Ahmad Tontowi/Richi Dili Puspita (+1)
46. Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet (+1)
51. Muhammad Rijal/Debby Susanto (+2)
56. Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati (-8)
62. Rendra Wijaya/Meiliana Jauhari (-11)
84. Flandy Limpele/Vita Marissa (-1)
89. Endang Nursugianti/Anggun Nugroho (+1)
100. Muhammad Rijal/Vita Marissa (Baru)
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.52 0 komentar
Label: General
Hadiah Rumah buat Kido/Hendra

Rabu, 14 Oktober 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putra peringkat satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan, Rabu (14/10), menerima rumah dari Yayasan Jaya Raya sebagai penghargaan atas keberhasilan mereka meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.
Rumah yang letaknya bersebelahan di Vania Permata, Permata Bintaro, No EIA-23 dan EIA-25 yang sudah diserahkan secara simbolis setahun lalu itu diserahkan langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Jaya Raya Ir Ciputra dan Wakil Ketua PBB PBSI I Gusti Made Oka.
"Dulu membayangkan bisa enggak saya punya rumah sendiri, ternyata sekarang kesampaian," ujar Hendra Setiawan sesaat setelah serah terima. Pebulutangkis kelahiran 25 Agustus 1984 itu juga senang karena setelah diundi ia mendapat rumah dengan nomor sesuai tanggal lahirnya, 25.
Sementara Kido, yang mendapat rumah nomor 23, mengatakan, untuk sementara rumah tersebut masih akan dikosongkan. "Sekarang saya masih tinggal di asrama (Cipayung), dan belum menikah," katanya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PB Jaya Raya, Rudy Hartono, mengaku senang karena hingga saat ini Jaya Raya masih tetap mencetak prestasi. Bagi Jaya Raya, medali emas yang diraih Kido/Hendra di Olimpiade Beijing 2008 adalah emas olimpiade ketiga yang diperoleh pebulu tangkis Jaya Raya setelah Susy Susanti di Barcelona 1992, dan pasangan Candra Wijaya/Tony Gunawan di Sydney 2000.
Saat ini sebanyak 21 atlet dari klub yang berdiri pada 1976 itu mengisi Pelatnas Cipayung, terdiri atas sembilan pemain pelatnas utama termasuk di antaranya Kido dan Hendra dan 12 pelatnas pratama.
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.48 0 komentar
Label: General
Luluk dan Fransiska tak Dapat Bonus

SEMARANG, KOMPAS.com - PB Djarum Kudus tidak memberikan bonus kepada juara Vietnam Terbuka, Fransiska Ratnasari dan Luluk Hadiyanto. Hal itu dikatakan Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji.
"Ada kriteria khusus bagi PB Djarum untuk memberikan hadiah kepada atletnya yang berhasil meraih gelar di turnamen internasional. Kalau turnamen yang kecil-kecil memang tidak ada bonusnya," katanya, Kamis (15/10).
Menurut dia, kalau turnamen bulu tangkis yang besar seperti Olimpiade, All England, Piala Sudirman, atau yang lainnya, PB Djarum pasti akan memberikan bonus kepada atletnya yang meraih juara. Ia menyebutkan, saat Maria Kristin berhasil meraih medali perunggu Olimpiade 2008 Beijing, China, PB Djarum memberikan bonus sebesar Rp 150 juta.
"Kalau turnamen kecil seperti Vietnam Terbuka memang tidak ada bonusnya, tetapi hadiah yang didapat dari turnamen itu semuanya untuk atlet yang bersangkutan. Tidak ada sepeser pun untuk klub karena kita memang punya aturannya seperti itu," katanya menegaskan.
Pebulu tangkis tunggal putri PB Djarum, Fransiska Ratnasari, menjadi juara Vietnam Terbuka setelah pada partai puncak menumbangkan perlawanan Tai Tzu Ying (Taiwan) dengan tiga set 21-19 15-21 21-13.
Kemudian Luluk Hadiyanto yang turun di nomor ganda putra berpasangan dengan Joko Riyadi, juga meraih gelar juara. Di final mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Hoon Thien How/Ong Soong Hock dengan dua set langsung, 21-19 22-20.
"Mereka berangkat dengan biaya dari PB Djarum tetapi hadiahnya untuk mereka sendiri," katanya.
Pada turnamen bulu tangkis Vietnam Terbuka ini, PB Djarum menurunkan Andre Kurniawan Tedjono, Maria Febe Kusumastuti, Fransiska Ratnasari, Adityawarman, dan Maria Elfira.
Setelah mengikuti Vietnam Terbuka ini, PB Djarum kembali akan menerjunkan atletnya pada Hongkong Terbuka, 10-15 November 2009. Pebulu tangkis yang tampil adalah Andre Kurniawan, Domisius Hayom Rombaka, Maria Febe Kusumastuti, dan Fransiska Ratnasari.
Pada Vietnam Terbuka ini, selain kedua pebulu tangkis tersebut, Indonesia juga merebut gelar dari ganda putri, yaitu pasangan Pelatnas Cipayung Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni, yang menang atas unggulan kedua Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit 21-14 21-13.
Kemudian Flandy Limpele (Indonesia) yang berpasangan dengan pebulu tangkis Taiwan, Cheng We Hsing, juga meraih gelar ganda campuran setelah mengalahkan unggulan pertama asal Malaysia Chan peng Soon/Goh Liu Ying dengan angka 25-23 21-19.
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.45 0 komentar
Label: General
Simon dkk Ditantang Pemain Ceko

LONDON, KOMPAS.com — Para pemain bulu tangkis Indonesia akan menghadapi para pemain Republik Ceko. Mereka ditantang para pemain negara tersebut dalam acara ekshibisi bulu tangkis di kota Benatky, Ceko.
Simon Santoso, Rian Sukmawan, Yonathan Suryatama Dasuki, Greysia Polii, dan Nitya Krishinda yang didampingi Davis Efraim, Rabu (14/10) pagi, mendarat di Praha. Mereka disambut Sekretaris Pertama Pensosbudpar KBRI Praha Azis Nurwahyudi dan Presiden Klub Bulu Tangkis Kota Benatky Petr Martinec.
Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Rabu, mengatakan, kelima pemain itu dijadwalkan akan melawan pemain-pemain utama dari Ceko, seperti Petr Kaukal, Tomas Kopriva, dan Katerina Tomalova pada Kamis.
Pertandingan ekshibisi bulu tangkis kedua negara ini, yang untuk pertama diselenggarakan di Ceko, merupakan kerja sama antara KBRI Praha, PBSI, dan kota Benatky, didukung berbagai sponsor.
Klub bulu tangkis Benatky mempunyai dua pemain sekaligus pelatih dari Indonesia, yakni Megawati Gustiani dan Viki Indra yang menjuarai Turnamen Bulu Tangkis Internasional Yonex Ke-38 di Ceko.
KBRI Praha berharap, dengan pertandingan ekshibisi bulu tangkis ini akan terus meningkatkan hubungan antara Ceko dan Indonesia.
Menurut Azis Nurwahyudi, bulu tangkis dipilih sebagai langkah awal kerja sama bidang olahraga yang membawa nama baik Indonesia di dunia internasional, sementara di Ceko bulu tangkis baru mulai berkembang.
Diharapkan pada tahun-tahun mendatang kegiatan olahraga di antara dua negara juga semakin berkembang dengan berbagai cabang lain.
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.43 0 komentar
Pembuktian Atlet Pelatnas Ganda Campuran

Hendra Mujiraharja - Okezone
MEDAN - Partai semifinal ganda campuran dewasa akan menjadi ajang pembuktian bagi dua pasangan atlet Pelatnas pada Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009, di GOR PBSI Jl. Pancing Medan, Jumat (16/10/2009) malam nanti.
Dua pasangan Pelatnas yang melaju ke semifinal yakni Irfan Fadhila/Weni Anggraini dan pasangan Hendra Setyo Nugroho/Luluk Maria Ulfa. Namun kesuksesan melareka melaju ke semifinal belum mendapat ujian karena baru berhadapan dengan sesama atlet Pelatnas pada babak perempatfinal yang berlangsung Jumat (16/10) pagi.
Pasangan Irfan Fadhila/Anggrani yang merupakan unggulan pertama, pada perempatfinal kemarin, menundukkan rekannya M Rizki Delynugraha Wenny Setyawati 21-13, 10-21, 21-9.
Di babak semifinal yang akan digelar malam nanti, kemampuan dua atlet Pelatnas itu akan diuji oleh pasangan dari PB Djarum, Rahmad Adianto/Delis Yuliana yang melaju ke semifinal setelah membungkam pasangan Pelatnas, Christopher Rusdianto/Gebby R Imawan 21-13, 21-17.
Menanggapi soal lawan di semifinal, pasangan Pelatnas Irfan Fadhila/Anggraini mengaku siap tampil maksimal. "Ya, kita optimis meraih kemenangan karena memang target kita tampil di final," ucap Irfan dalam rilis yang didapat okezone.
Pasangan Pelatnas Hendra Setyo Nugroho/Luluk Maria Ulfa meraih tiket semifinal setelah menghentikan perlawanan Erwin Wihardi/Dwi Agustiawati (Pelatnas) 22-20, 21-16.
Di laga final, Nugroho/Luluk akan menghadapi pasangan asal PB Hi-Qua Wima-SGS Electrik, Riky Widianto/Devi Tika P yang lolos ke semifinal setelah menghentikan perlawanan pasangan Pelatnas Hendra Mulyono/Ayu Rahmasari melalui rubber set 13-21, 21-18, 21-14.
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.40 0 komentar
Label: Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009
Atlet Pelatnas Mulus Di Ganda Dewasa

Devy Lubis - Okezone
MEDAN - Sejumlah pasangan atlet Pelatnas Pratama Indonesia kategori ganda dewasa putra dan putri melangkah mulus ke babak 16 besar turnamen Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009, Kamis (15/10).
Pasangan ganda putra Pelatnas, Albert Saputro/Rizki Yanu yang juga unggulan pertama, meraih kemenangan mudah atas pebulutangkis asal PB Abadi Badminton Aka, Budi/Hartono 21-3, 21-6.
"Lawan kali ini tidak begitu berat, tapi cukup oke untuk pemanasan sebelum menghadapi lawan yang lebih tangguh," ujar Albert Saputro seperti dalam rilis yang diterima okezone.
Diakui Albert, targetnya kali ini adalah meraih gelar juara. "Kami berharap tahun ini dapat menyandang gelar juara setelah pada Sirkuit Nasional tahun sebelumnya hanya mampu tampil sebagai finalis," ujarnya.
Di babak 16 besar yang akan digelar malam nanti, pasangan yang sukses meraih medali emas di Giral Dila Open Cuba 2009 itu, akan menghadapi duet Michael Agusthio/Tan Tony. Pasangan asal PB Surya Naga Surabaya itu melaju ke babak 16 besar setelah meraih kemenangan WO.
Pasangan Pelatnas lain, Andhika Anhar/Hendra Setyo Nugroho yang juga unggulan kedua, melaju setelah membungkam tuan rumah Lucas Alexander/Juliandi 21-13, 21-9.
Di babak 16 besar Andika/Hendra akan bertemu pasangan asal PB JR Surya Naga Surabaya, Adnan Fauzi/Farhat yang lolos ke babak 16 besar setelah menundukkan Berman/Sukri Sultan (Pengkab Siak) 21-13, 21-16.
Erwin Wihardi/M Nur Roffi (Pelatnas) sukses menghentikan perlawanan Andi Ridho/Deded (LMC Padang Panjang) 21-17, 21-15. Disusul Hendra Mulyono/M Rizki Delynugraha (Pelatnas) usai menumbangkan Fadlan/Rizka Alfazri (Aceh Utara) 21-9, 21-10.
Unggulan kelima Ricky/Tri Kusumawardana (PB Wima/PB JR Surya Naga) melaju setelah mengalahkan Dede Wahidin/Yudi (PB Angkasa P Gemilang) 21-16, 21-16. Disusul Hari P/Zulfan (PB PLN Sumbar/Malibu Medan) usai membukukan kemenangan atas Apri/Windi Sahputra (PB Charub Methodist) 21-18, 21-16. Andrei Adistia/Rahmad Adianto juga menembus babak 16 besar usai mengalahkan pasangan tuan rumah Mirwan/Zaid (PB Malibu) 21-7, 21-12.
Sementara itu beberapa pasangan melaju dengan kemenangan WO yakni, Hendra Gunawan/Patel (Indocafe/Afrika Selatan), Adi Ariyadi/Ichwansyah (Aceh Utara), Kurniaharto/Sunarto (Pengkab Kab. Siak/PB Abadi) dan Asril Gea/Mui Ceng (PB Malibu Medan).
Di kelompok ganda dewasa putri, dua pasangan Pelatnas melaju ke babak perempatfinal. Gebby R Imawan/Weni Anggraini melaju setelah menundukkan Desy/Mutia (SGS/PB Tangkas) 21-17, 21-14. Disusul Luluk Maria Ulfa/Wenny Setyawati (Pelatnas) setelah menghentikan perlawanan pasangan tuan rumah Hajar Risa/Muzelin (PB Malibu) 21-11, 21-15.
Pasangan asal PB Citra Raya Unesa turut melaju setelah menundukkan pasangan asal Pengkab Kab. Siak, Nuni S/Shinta Puspita dengan kemenangan pantastis 21-4, 21-7. Lima pasangan lainnya telah terlebih dahulu menunggu di perempatfinal.
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.36 0 komentar
Unggulan Taruna Masih Mendominasi

Azwar Ferdian - Okezone
MEDAN - Dominasi pebulutangkis unggulan di kelompok tunggal taruna putra dan putri masih berlanjut pada Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009, di GOR PBSI, Jl. Pancing Medan, Rabu (14/10/2009).
Pada tunggal taruna putra, unggulan pertama Alrie Guna Dharma asal PB Mutiara menembus babak 16 besar setelah menghentikan perlawanan atlet non unggulan asal PB Kharismatik, Wiki Andrian 21-9, 21-18.
Di babak 16 besar, Alrie akan menghadapi unggulan sembilan Yuriansyah Mangkat (PB Jaya Raya) yang sebelumnya sukses membukukan kemenangan dari Iwan (Abadi Badminton Aka) 21-11, 21-9.
Unggulan kedua Subhan Hasan (PB Jaya Raya) juga melaju setelah berjuang keras menundukkan atlet asal Penang Kuala Lumpur, Malaysia, Puvanesan Velayutham dengan rubber set 21-15, 17-21, 21-11.
Di babak 16 besar, Subhan akan menghadapi pebulutangkis non unggulan Marico Harda (PB Indocafe Medan) setelah sebelumnya unggul atas Handy Boy (PB Angsapura Medan) 23-21, 13-21 21-14.
Martin Sinfrin (PB Mutiara) yang merupakan unggulan ketiga mengikuti rekan-rekannya setelah menundukkan Gatot Agung Syahputra (PB Tangkas Alfamart) 21-17, 15-21, 21-41.
Sementara itu, pebulutangkis non unggulan asal tuan rumah Herdiyanto (PB Indocafe Medan) ikut melaju ke babak 16 besar, setelah membuat kejutan dengan menumbangkan pebulutangkis unggulan kelima asal Pusdiklat DKI, Panji Akbar dengan .
Andalan PB Indocafe Medan itu harus berjuang habis-habisan mengatasi perlawanan Panji. Bahkan Herdiyanto harus menelan kekalahan di set pertama 19-21. Beruntung di set kedua dan ketiga siswa SMA Sinar Husni Medan itu berhasil bangkit untuk meraih kemenangan 21-11, 21-16.
"Saya bermain kurang hati-hati di set pertama, hal ini membuat saya harus tertinggal. Namun saya bersyukur masih dapat bermain bagus di set kedua dan ketiga," ujar atlet yang kini berlatih di PB Jaya Raya Jakarta itu.
Unggulan lainnya, Kenas Adi Haryanto asal Djarum Kudus juga sukses melaju setelah mencatat kemenangan dari atlet asal Pusdiklat DKI, Cristofle Briant dengan 21-18, 21-14.
Atlet tunggal taruna putra yang lolos ke babak 16 lainnya yakni M Rizal (PB Jaya Raya), Wisnu Yuli Prasetyo (PB Djarum), Agrippina Prima (PB Jaya Raya), Bagas Simarmata (PB Mutiara), Wahyu (PBSI Sumsel), Haikal Jordi (PB Tangkas Alfamart), Ichwan Noor (PB Jaya Raya), Martin Sinfrin (PB Mutiara), Abraham Yoga (PB Mutiara), dan Gestano (PB Tangkas Alfamart).
Pada kategori tunggal taruna putri, unggulan pertama Novalia Agustina (PB Tangkas Alfamart) melangkah mulus ke babak 16 besar setelah menundukkan non unggulan Ni Kade Minik (Sekolah Raguna) 21-16, 21-12.
Unggulan kedua Ayu Wanda Tika (PB Djarum) melanjutkan debutnya ke babak 16 besar setelah menumbangkan non unggulan Athiathun (PB Surya Naga) 21-8, 21-13.
Sementara itu, dua pebulutangkis tuan rumah KS Rini (PB Malibu) dan Monika (PB Sutomo) gagal melaju. Rini menelan kekalahan dari Fellicia Valentine (Platcab Jember) 12-21, 10-21, sedangkan Monika ditaklukkan Melvira (Sekolah Raguna) dengan kelalahan menyakitkan 3-21, 2-21.
Pebulutangkis lainnya yang lolos yakni Dian Fitriani (PB Jaya Raya), Sri Wulan (Pusdiklat DKI), Maya Rosita (PB Citra raya Unesa), Nathlia Deske (PB Tangkas Alfamart), Aan Dwi C (PB Jaya Raya) Eri Oktaviani (PB Jaya Raya) dan Hana Ramadhani (PB Mutiara).
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.29 0 komentar
Label: Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009
Luluk/Joko dan Francisca Tambahkan Gelar Juara

HO CHI MINH CITY, Kompas.com - Ganda putera Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi dan tunggal puteri Francisca Ratnasari juga keluar sebagai juara turnamen bulu tangkis grand prix Vietnam Terbuka, Minggu (11/10).
Luluk/Joko di babak final mengalahkan ganda Malaysia Hoon Thien How/Ong Soon Hock 21-19 22-20 dalam 40 menit. Di turnamen nini, Luluk/Joko diunggulkan di tempat ketujuh, sementara lawan mereka merupakan unggulan keenam.
Di babak semifinal, Sabtu (10/10), Luluk/Joko menyisihkan pasangan Malaysia lainnya yang merupakan unggulan pertama turnamen, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah 21-17 22-20.
Hasil gemilang juga dicatat tunggal puteri Francisca Ratnasari. Di final, Francisca mengalahkan pemain China Taipei, Tai Tzu Ying 21-19 15-21 21-13. Pertandingan kedua pemain berlangsung alot dalam satu jam 2 menit.
Sebelumnya, Flandy Limpele yang berpasangan dengan pemain China Taipei, Chen Wen Hsing keluar sebagai juara, mengalahkan unggulan pertama dari Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam dua game 25-23 21-19.
Sementara ganda puteri Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni tidak menemui kesulitan mengatasi perlawanan unggulan kedua dari Thailand, Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit 21-14 21-13 dalam 37 menit.
Hasil pertandingan:
Flandy Limpele/Cheng Wen Hsing [INA/TPE/8]-Chan Peng Soon/Goh Liu Ying [MAS/1] 25-23 21-19
Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni [INA/1]-Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit [THA/2] 21-14 21-13
Nguyen Tien Minh [VIE/1]-Chong Wei Feng [MAS/4] 21-7 19-21 21-14
Fransisca Ratnasari [INA/5]-Tai Tzu Ying [TPE] 21-19 15-21 21-13
Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi [INA/7]-Hoon Thien How/Ong Soon Hock [MAS/6] 21-19 22-20
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.25 0 komentar
Flandy dan Ganda Puteri Juara

HO CHI MINH CITY, Kompas.com - Flandy Limpele yang berpasangan dengan pemain China Taipei, Chen Wen Hsing keluar sebagai juara turnamen bulu tangkis grand prix Vietnam terbuka, Minggu (11/10).
Flandy/Chen yang diunggulkan di tempat kedelapan mampu mengalahkan unggulan pertama dari Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam dua game 25-23 21-19. Pasangan gado-gado ini menang dalam 35 menit.
Di babak semifinal, Sabtu (10/10), Flandy yang sudah keluar pelatnas menyisihkan ganda pelatnas Tontowi Ahmad/Richi Puspita Dili 22-20 27-25 dalam 37 menit.
Sukses Flandy diikuti oleh ganda puteri Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni. Diunggulkan di tempat pertama, Anneke/Annisa tidak menemui kesulitan mengatasi perlawanan unggulan kedua darti Thailand, Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit. Mereka menang 21-14 21-13 dalam 37 menit.
Indonesia masih berpeluang menambah dua gelar melalui tunggal puteri Francisca Ratnasari yang menghadapi pemain China Taipei, Tai Tzu Ying serta ganda putera Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi yang menghadapi ganda Malaysia Hoon Thien How/Ong Soon Hock.
Sementara tunggal putera dijuarai pemain tuan rumah Vietnam, Nguyen Tien Minh. Unggulan pertama ini mengalahkan unggulan 4 dari Malaysia, Chong Wei Feng 21-7 19-21 21-14.
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.09 0 komentar
Selasa, Oktober 13, 2009
Pebulutangkis AS Melaju

MEDAN - Pebulutangkis Amerika Serikat Daniel Gouw, meraih kemenangan mudah di pertandingan babak pertama kategori tunggal dewasa putra pada Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkus Piala Gubernur Sumatera Utara 2009, di GOR PBSI, Jl. Pancing Medan, Selasa (13/10/2009).
Daniel Gouw yang saat ini berlatih di PB Tangkas Jakarta meraih kemenangan mudah atas Feri Gunawan (PB Silva Pekanbaru) dengan skor 21-10, 21-9. Daniel bermain tenang selama pertandingan, sebaliknya Feri harus berjuang habis-habisan.
"Daniel pemain berbakat dan sudah sekira dua bulan berlatih di PB Tangkas. Dia mengaku sangat senang dapat bermain di Indonesia. Penampilannya hari ini juga cukup baik dan saya harap dia mempertahankan permainannya itu," ujar pelatih PB Tangkas, Kurnia Go saat dihubungi usai pertandingan.
Pelatih PB Silva Alfira mengaku tidak terlalu kecewa dengan kekalahan anak suhannya. "Feri belum begitu memiliki pengalaman bertanding, jadi kekalahannya adalah yang wajar," katanya.
Sementara itu, pebulutangkis tuan rumah Zaid (PB. Malibu) memastikan diri melaju ke babak kedua setelah menundukkan atlet asal Lhokseumawe, Aceh, Rizka Alfazri 21-15, 21-16. Dua atlet tuan rumah lainnya, Hendra G (PB Indocafe) dan Muslim (PB Malibu) juga melaju dengan kemenanngan WO.
Atlet Pelatnas Pratama Pandu Dewantoro juga sukses melaju ke babak kedua. Sempat tertinggal 18-21 di set pertama, Pandu berhasil bangkit dan mengamuk untuk meraih kemenangan di set kedua dan ketiga dengan 21-9, 21-9.
Pebulutangkis tunggal putra lainnya yang melaju ke babak kedua yakni Kurniaharto (Pengcab Kab. Siak) setelah menumbangkan Windi (PB. Charub) 21-16, 21-19, disusul Hendry (LMC Padang Panjang) usai mengalahkan pebulutangkis satu daerahnya, Edwin Juanda (PB Seiyo Sakato) dengan 21-15, 15-21, 21-17.
Pada ketegori tunggal remaja putra, pebulutangkis asal Malaysia , Yeoh Kah Seah melaju ke babak berikutnya setelah menundukkan Adyans (PB Mutiara Bandung) 21-8, 21-14. Atlet Malaysia lainnya, Jeeva Velayutham juga meraih kemenangan mudah atas Benny Andrea (SMU Olahraga Riau) 21-9, 21-14.
Kesuksesan diraih tiga pebulutangkis remaja putra asal klub Sumut PB Angsapura untuk melaju ke babak berikutnya. Mereka yakni Rexsi, Ramadhil dan Renaldi. Danang (PB Indocafe Medan), dan Bobby Cuputra (PBSI Padang Sidempuan Sumut) juga melaju ke babak berikutnya.
Diposting oleh Peji Nopeles di 22.04 0 komentar
Label: Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009
Djoko Bakar Semangat Atlet
MEDAN - Ketua PB PBSI Jendral Djoko Santoso membakar semangat para atlet peserta Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009, dengan hadir menyaksikan pertandingan pertama, di GOR PBSI Jl. Pancing Medan, Senin (12/10/2010).
Djoko yang hadir bersama Pangdam I/BB Mayjend TNI Burhanuddin Amin, Ketua PBSI Sumut Yohannes IW dan rombongan, mengharapkan Sirkuit Nasional (Sirnas) yang merupakan agenda PB PBSI dapat melahirkan atlet-atlet handal masa depan yang dapat mengukir prestasi tingkat dunia.
"Kita sangat apresisi dengan kesiapan Pengprov PBSI Sumut menjadi tuan rumah Sirnas yang sudah ketujuh kalinya ini. Begitu juga dengan dukungan pemerintah Sumut, di mana Gubsu H Syamsul Arifin SE bersedia menyediakan tropi untuk diperebutkan," ujar Panglima TNI itu.
Dikatakan, selama ini kekuatan bulutangkis nasional masih didominasi atlet-atlet pulau Jawa. Untuk itu, dengan digelarnya Sirnas yang disponsori PT Djarum Indonesia diharapkan dapat menjaring potensi atlet daerah demi kejayaan prestasi bulutangkis nasional di tingkat dunia.
Disinggung soal pelaksanaan Pelatnas Desentralisasi Bulutangkis Indonesia Wilayah Barat di Sumut yang hingga kini belum berjalan, Djoko mengaku belum berjalannya program itu karena masih mengalami beberapa kendala.
"Kendala utama adalah masalah pendanaan, kita masih terbentur masalah itu. Apalagi sumber dana yang kita harapkan adalah partisipasi masyarakat. Namun kita bersyukur karena Gubernur Sumatera Utara berjanji akan mengupayakan memberikan bantuan melalui dana APBD," jelas jendral bintang empat itu.
Menurutnya, untuk sarana dan prasana, Sumut dinilai sudah cukup layak untuk menjalankan program Pelatnas desentralisasi bulutangkis wilayah barat. "Sarana dan prasarana GOR PBSI ini sudah cocok sebagai tempat Pelatnas Desentralisasi. Saya berharap Gubsu serta pengusaha daerah ini untuk mendukung pelaksanaan tersebut," ujar Djoko.
Pada hari pertama atau babak penyisihan Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009 telah dimainkan 156 pertandingan. Dua pemain tunggal pemula putradari klub lokal Padang Sidempuan berhasil melaju ke babak berukitnya yaitu Ichwan Hamid berhasil mengalahkan Adreansyah Putra dari PBSI Binjai 21-17; 21-12, sedangkan Rizky bermain rubber set mengalahkan Salfet Ali dari PB Bina Bakat Terpadu 17-21; 21-18; 17-21.
Enzi Safira dari PB Deli Jaya bermain dengan mudah dan berhasil mengalahkan Wien Fitra Luqyansyah dari PB Mentaya Jakarta dengan 21-8; 21-4. Fariz Anzhari Kwanda dari PBSI Skynet Riau dan Bayu dari PB Indocafe berhasil menang WO karena lawannya tidak hadir. Babak penyisihan hari pertama ini masih dimainkan tunggal pemula putra, tunggal taruna putra, tunggal taruna putri, ganda remaja putra, tunggal pemula putra dan tunggal taruna putra.
Diposting oleh Peji Nopeles di 22.03 0 komentar
Label: Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubernur Sumatera Utara 2009
PBSI Sudah Prediksi Sebelumnya
JAKARTA - Kasubbid Pelatnas Cipayung Christian Hadinata mengatakan, kemenangan Indonesia di nomor ganda putri sudah diprediksi pihaknya. Apalagi, jika melihat prestasi dan kualitas kedua pemain tersebut.
Jadi, dia tak begitu heran jika Anneke/Annisa meraih gelar itu. "Mungkin sudah sewajarnya, apalagi setelah mereka diunggulkan di tempat pertama turnamen tersebut," ungkapnya.
Dia pun menepis kemenangan anak asuhnya itu karena absennya pemain China. Dia menilai kualitas kedua pemain itu memang sudah mumpuni meraih gelar meskipun terdapat pemain negeri Tiongkok.
Christian berharap mereka terus meningkatkan performa mereka, terutama menghadapi tingkat persaingan lebih ketat ke depannya. Sebab, pihaknya berencana mengarahkan mereka untuk tampil di turnamen yang memiliki grade lebih tinggi seperti super series.
"Mereka sudah bagus mulai dari grafik penampilan dan kematangan keduanya. Tinggal bagaimana mereka meningkatkan kualitas untuk tampil di turnamen lebih tinggi, tapi semuanya membutuhkan proses," ujarnya.
Dominasi mereka di Vietnam tentunya harus dicermati pebulutangkis Indonesia, khususnya mereka yang akan berangkat menghadapi Denmark super series, 20-25 Oktober 2009.
"Prestasi junior mereka di Vietnam pasti akan meningkatkan daya juang pemain yang akan berangkat ke Denmark. Apalagi, persiapan mereka mulai sempurna menghadapi turnamen tersebut," kata Kabid Binpres PB PBSI Lius Pongoh.
Menurutnya, pebulutangkis senior sudah merampungkan sesi latihan stamina dan teknik. Pihaknya kini lebih memprioritaskan menjaga kondisi fisik pemain agar tak mengalami masalah di Denmark.
Diposting oleh Peji Nopeles di 21.59 0 komentar
Label: Vietnam GP 2009
Luluk/Joko dan Francisca Tambahkan Gelar Juara

Minggu, 11 Oktober 2009
HO CHI MINH CITY, Kompas.com - Ganda putera Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi dan tunggal puteri Francisca Ratnasari juga keluar sebagai juara turnamen bulu tangkis grand prix Vietnam Terbuka, Minggu (11/10).
Luluk/Joko di babak final mengalahkan ganda Malaysia Hoon Thien How/Ong Soon Hock 21-19 22-20 dalam 40 menit. Di turnamen nini, Luluk/Joko diunggulkan di tempat ketujuh, sementara lawan mereka merupakan unggulan keenam.
Di babak semifinal, Sabtu (10/10), Luluk/Joko menyisihkan pasangan Malaysia lainnya yang merupakan unggulan pertama turnamen, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah 21-17 22-20.
Hasil gemilang juga dicatat tunggal puteri Francisca Ratnasari. Di final, Francisca mengalahkan pemain China Taipei, Tai Tzu Ying 21-19 15-21 21-13. Pertandingan kedua pemain berlangsung alot dalam satu jam 2 menit.
Sebelumnya, Flandy Limpele yang berpasangan dengan pemain China Taipei, Chen Wen Hsing keluar sebagai juara, mengalahkan unggulan pertama dari Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam dua game 25-23 21-19.
Sementara ganda puteri Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni tidak menemui kesulitan mengatasi perlawanan unggulan kedua dari Thailand, Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit 21-14 21-13 dalam 37 menit.
Hasil pertandingan:
Flandy Limpele/Cheng Wen Hsing [INA/TPE/8]-Chan Peng Soon/Goh Liu Ying [MAS/1] 25-23 21-19
Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni [INA/1]-Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit [THA/2] 21-14 21-13
Nguyen Tien Minh [VIE/1]-Chong Wei Feng [MAS/4] 21-7 19-21 21-14
Fransisca Ratnasari [INA/5]-Tai Tzu Ying [TPE] 21-19 15-21 21-13
Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi [INA/7]-Hoon Thien How/Ong Soon Hock [MAS/6] 21-19 22-20
Diposting oleh Peji Nopeles di 21.53 0 komentar
Label: Vietnam GP 2009
Flandi dan Ganda Puteri Juara

Minggu, 11 Oktober 2009
HO CHI MINH CITY, Kompas.com - Flandy Limpele yang berpasangan dengan pemain China Taipei, Chen Wen Hsing keluar sebagai juara turnamen bulu tangkis grand prix Vietnam terbuka, Minggu (11/10).
Flandy/Chen yang diunggulkan di tempat kedelapan mampu mengalahkan unggulan pertama dari Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam dua game 25-23 21-19. Pasangan gado-gado ini menang dalam 35 menit.
Di babak semifinal, Sabtu (10/10), Flandy yang sudah keluar pelatnas menyisihkan ganda pelatnas Tontowi Ahmad/Richi Puspita Dili 22-20 27-25 dalam 37 menit.
Sukses Flandy diikuti oleh ganda puteri Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni. Diunggulkan di tempat pertama, Anneke/Annisa tidak menemui kesulitan mengatasi perlawanan unggulan kedua darti Thailand, Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit. Mereka menang 21-14 21-13 dalam 37 menit.
Indonesia masih berpeluang menambah dua gelar melalui tunggal puteri Francisca Ratnasari yang menghadapi pemain China Taipei, Tai Tzu Ying serta ganda putera Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi yang menghadapi ganda Malaysia Hoon Thien How/Ong Soon Hock.
Semnetara tunggal putera dijuarai pemain tuan rumah Vietnam, Nguyen Tien Minh. Unggulan pertama ini mengalahkan unggulan 4 dari Malaysia, Chong Wei Feng 21-7 19-21 21-14.
Diposting oleh Peji Nopeles di 21.48 0 komentar
Label: Vietnam GP 2009
Minggu, Oktober 11, 2009
Riyanto Subagja Tundukkan Pemain Nasional Yunior India
Sabtu, 10 Oktober 2009
JAKARTA, KOMPAS.com - Tunggal putra klub Djarum Kudus Riyanto Subagja memenuhi target pribadinya dengan menjuarai Tangkas Alfamart Junior Challenge Badminton Championship 2009. Pebulutangkis yang baru berusia 16 tahun itu mengalahkan pemain nasional yunior India, Sai Praneet Bhamidipati, 21-16, 21-16 pada final di Stadion Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/10).
Riyanto tampil percaya diri di game pertama, meraih banyak angka dari smes keras dan drop shot. Sai Praneet memberi mempercepat tempo di game kedua, dengan penempatan bola yang membuat lawan mati langkah untuk unggul 11-9. Namun, Riyanto merebut lima angka untuk memimpin 14-12, dan tak terkejar hingga akhir.
"Saya sudah yakin juara sejak 16 besar mengalahkan Subhan Hasan, karena sebelumnya saya pernah kalah dari dia. Setelah ini saya konsentrasi ke kejurda untuk persiapan kejurnas yunior," ujar Riyanto.
Pelatih India Atik Djauhari mengatakan, anak asuhya memang kalah cepat dan kalah dalam permainan di depan net. "Biasanya pukulan tipuannya bagus, tapi kali ini tidak jalan. Mungkin karena tekanan di final," ujarnya.
Di bagian putri, andalan tuan rumah Rusydina Antardayu tak mampu mengatasi perlawanan unggulan utama asal Malaysia, Sonia Cheah Su Ya. Pemain klub Tangkas Alfamart itu menyerah, 17-21, 11-21. Rusydina mengawali pertandingan dengan meyakinkan. Penempatan bola dan permainan netnya merepotkan lawan hingga unggul 2-0, 5-1, 8-4, 9-6, 10-7.
Namun, Sonia yang unggul tinggi badan mulai menekan dan berbalik unggul, 11-10. Setelah itu, adik pemain nasional Malaysia Lidya Cheah ini tak lagi memberi kesempatan. Dia merebut game pertama, 21-17, dan game kedua 21-11. Pada partai terakhir, ganda putra klub Mutiara Bandung Budi Hartono/Ricky Karanda Suwardi mengalahkan pasangan Djarum, Dandi Prabudita/Jones Ralfy Jansen, 21-15, 21-17.
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.43 0 komentar
Label: Tangkas Alfamart Junior Challenge Badminton Championship 2009.
Della/Gebby Selamatkan Muka Pelatnas Pratama
Sabtu, 10 Oktober 2009
JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan Della Destiara Haris/Gebby Ristiyani Imawan menyelamatkan muka pelatnas pratama dengan menjuarai nomor ganda putri Tangkas Alfamart Junior Challenge Badminton Championship 2009. Pada partai final di Stadion Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/10), mereka mengalahkan Dian Fitriani/Eri Oktaviani dari klub Jaya Raya, 21-14, 26-24.
Della/Gebby adalah satu-satunya wakil pelatnas yang tersisa pada kejuaraan ini. Pelatnas pratama hanya mengirimkan tujuh pemain pada turnamen ini untuk bermain di nomor ganda campuran dan ganda putri karena sejumlah pemain disiapkan untuk kejuaraan dunia yunior, mulai 23 Oktober ini.
Di game pertama, Della/Gebby langsung bermain menyerang dan tak memberi kesempatan lawannya mengembangkan permainan. Dian/Eri lebih banyak menurunkan bola di game kedua, sebaliknya Della/Gebby mulai bermain bertahan. Perolehan angka bergerak ketat hingga terjadi lima kali deuce, sebelum smes keras Della menutup pertandingan.
"Kami kalah angin di game kedua. Berat banget untuk smes, jadi kami nunggu mereka menyerang," ujar Gebby.
Pada nomor ganda campuran yang digelar sebelumnya, Didit Juang Indrianto/Yayu Rahayu mengalahkan sesama pemain klub Djarum, Jones Rafly Jansen/Nurbeta Kwanrico, 21-16, 21-14.
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.42 0 komentar
Label: Tangkas Alfamart Junior Challenge Badminton Championship 2009.
Luluk/Joko ke Final, Tommy Sugiarto Kandas

Minggu, 11 Oktober 2009
HO CHI MINH CITY, KOMPAS.com — Para pemain Indonesia lolos ke babak final turnamen bulu tangkis Grand Prix Vietnam Terbuka yang akan berlangsung pada Minggu (11/10).
Mantan pemain pelatnas, Luluk Hadiyanto, yang berpasangan dengan Joko Riyadi akan menghadapi ganda putra Malaysia, Hoon Thien How/Ong Soon Hock, di babak final. Di babak semifinal, Sabtu (10/10), Luluk/Joko menyisihkan unggulan pertama asal Malaysia, Choong Tan Fook/Lee Wan Wah, 21-17 22-20.
Pemain eks pelatnas Cipayung lainnya yang lolos ke babak final adalah Flandy Limpele. Berpasangan dengan pemain China Taipei, Cheng Wen Hsing, Flandy lolos ke babak final ganda campuran dan akan berhadapan dengan unggulan pertama asal Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Flandy/Cheng maju ke final dengan menyingkirkan ganda pelatnas, Tontowi Ahmad/Richi Puspita Dili, 22-20 27-25, dalam 37 menit.
Indonesia masih memiliki dua wakil lagi ketika di tunggal putri, Francisca Ratnasari lolos. Diunggulkan di tempat kelima, Francisca menyingkirkan unggulan ketiga asal Malaysia, Lidya Li Ya Cheah, 21-19 21-18. Di final, ia akan berhadapan dengan pemain China Taipei, Tai Tzu Ying.
Di ganda putri, Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni, maju ke final dengan mengalahkan ganda Malaysia, Lai Pei Jing/Ng Hui Ern, 21-14 21-9. Di final, Anneke/Annisa akan menghadapi unggulan kedua, Savitree Anitrapai/Vacharaporn Munkit, dari Thailand.
Sementara itu, dua tunggal putra, Tommy Sugiarto dan Andreas Adityawarman, kandas di babak semifinal. Tommy disingkirkan unggulan keempat asal Malaysia, Chong Wei Feng, 17-21 19-21. Adapun Andreas Adityawarman gagal mengimbangi unggulan pertama dari Vietnam, Nguyen Tien Minh, dan menyerah rubber game 9-21 21-17 14-21.
Jadwal final:
Ganda campuran:
Chan Peng Soon/Goh Liu Ying [MAS/1]-[INA] Flandy Limpele [8]/Wen Hsing CHENG [TPE]
Ganda putri:
Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni [INA]- Savitree Anitrapai/Vacharaporn Munkit [THA/2]
Tunggal putra:
Nguyen Tien Minh [VIE/1]-Wei Feng CHONG [MAS/4]
Tunggal putri:
Tai Tzu Ying [TPE]-Fransisca Ratnasari [INA/5]
Ganda putra:
Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi [INA/7]/Hoon Thien How/Ong Soon Hock[MAS/6]
Diposting oleh Peji Nopeles di 16.21 0 komentar
Kamis, Oktober 08, 2009
Malang Rebut Emas
MALANG, KOMPAS.com - Tim bulutangkis Kota Malang yang sebelumnya tidak diunggulkan akhirnya merebut emas nomor beregu putri dengan menaklukkan Kota Kediri dengan skor 2-0 pada final di GOR Master, Rabu (7/10).
Kemenangan Kota Malang dipersembahkan tunggal putri One Liseptian Kurnia Putri yang menundukkan Aan Dwi Cahyanti dalam rubber set, 17-21, 21-8, dan 21-14, serta Delis Yuliana yang mengalahkan Triwulan Kartikasari dua set langsung, 21-15 dan 21-18.
"Kami merasa puas, sebagai tim underdog justru bisa membawa emas, padahal saya hanya berani semi final," kata pelatih bulu tangkis Kota Malang, Alexander Tamtomo, kemarin.
Alexander mengatakan, awalnya dia tidak berani berharap di sektor putra, karena harus berhadapan dengan Kota Kediri dan Surabaya yang memiliki tradisi pembinaan bulutangkis yang mengakar.
"Selain itu, tim baru memulai latihan terjadwal selama seminggu. Persiapan tiga bulan tapi untuk serius dan terjadwal mungkin satu minggu terakhir," ujar Alexander.
Beruntung pula Kota Malang memiliki Delis Yuliana yang mencicipi pembinaan di klub Djarum. "Selain gesit, Delis punya daya tahan dan kekuatan besar ketika men-smash. Tekanannya cukup besar, tapi alhamdulillah bisa menang," ucapnya.
Sayangnya, kontingen Malang gagal merebut emas dari beregu putra. Pada final kemarin, Malang takluk 0-3 dari Kota Surabaya. Bagi Surabaya, hasil ini mengokohkan tradisi emas mereka di bidang bulutangkis. Pemain-pemain Kota Malang juga banyak yang bergabung dengan klub-klub di Surabaya.
Hasil ini bagi Ketua Umum Pengkot PBSI Surabaya, Abdul Chodir, bisa menjadi modal untuk menjalani babak perorangan yang sudah dimulai kemarin. Adapun Surabaya menargetkan empat emas dari cabang tepok bulu ini.
"Target kami empat emas, tapi ini bisa jadi pembuka yang baik bagi anak-anak," kata Chodir.
Diposting oleh Peji Nopeles di 12.04 0 komentar
Label: General
Nova Masih Ingin 1-2 Tahun Lagi

JAKARTA, Kompas.com - Pebulu tangkis Andreas Nova Widhianto mengaku masih ingin menjadi atlet untuk satu atau dua tahun lagi. Baik tetap di pelatnas atau pun sebagai pemain profesional.
"Sampai akhir tahun ini saya masih berpasangan dengan Butet. Setalah itu saya masih mau bermain, tetapi belum tahu apakah di pelatnas atau sebagai pemain profesional murni," kata Nova. Butet yang dimaksud adalah pasangan Nova saat ini, Liliyana Natsir.
Pasangan Nova Widhianto/Liliyana Natsir pernah menempati peringkat satu dunia selama beberapa lama. Sejak dipasangkan, keduanya pernah meraih prestasi medali perak Olimpiade Beijing 2008, Juara Dunia 2005 dan 2007 serta juara Asia 2006. Namun pada 2009 ini, pasangan Nova/Butet kerap kandas sebelum mencapai babak final dalam turnamen yang mereka ikuti.
"Saya harus akui dari segi fisik saya menang sudah menurun," kata Nova yang pada 10 Oktober mendatang akan berusia 32 tahun. "Di samping saya sudah menurun, permainan lawan justru meningkat."
Nova memang merupakan pemain paling senior di pelatnas Cipayung saat ini. Berasal dari klub Tangkas Bogasari Jakarta, Nova memang merupakan pemain spesialis ganda. Ia pernah bermain di Piala Sudirman sejak 2001. Pada Olimpiade 2004, Nova yang berpasangan dengan Vita Marissa sempat lolos ke babak perempatfinal.
Pemain dengan tinggi badan 1.79 meter ini mengaku faktor fisik memang sudah tidak bisa ditawar lagi. "Saat ini saya hanya berusaha menjaga kebugaran agar tetap dapat bersaing," katanya.
Namun Nova berbesar hati dengan meminta PBSI untuk mencarikan pasangan lain buat Liliyana Natsir. "Saya tidak mau egois. Butet kan masih muda, ia masih memiliki masa depan yang panjang," ungkap Nova yang menikah dengan Eny Widyowati ini.
Nova berharap ia dapat mencapai hasil yang baik di masa senja karirnya sebagai pemain. "Setelah itu saya akan berpikir lagi, apakah mau menjadi pelatih atau menekuni bisnis yang lain."
Diposting oleh Peji Nopeles di 11.57 0 komentar
Label: General
Minggu, Oktober 04, 2009
Indonesia Peringkat Tujuh Kejuaraan Dunia Junior
JAKARTA, SENIN - Tim Indonesia menempati urutan tujuh dalam Kejuaraan Dunia Junior 2008. Kepastian itu diperoleh setelah mengalahkan tim Hongkong dalam pertandingan penentuan peringkat tujuh, Senin (27/10).
Dalam kejuaraan beregu yang menggunakan format Piala Sudirman itu, Indonesia menang 3-0.
Angka pertama disumbangkan pemain tunggal putri, Rizki Amelia Pradipta, yang menumbangkan Poon Lok Yan dengan 21-19 21-16. Runner-up kejuaraan junior Tangkas Alfamart Terbuka, Ari Trisnanto, menambah keunggulan tim Indonesia dengan meraih kemenangan 21-14 21-12 atas Lee Chun Hie.
Ganda putri Zenna Gozali/WEnny Setyawati, menggenapi kemenangan Indonesia. Mereka menundukkan Poon Lok Yan/Chan Hung Yung, juga dengan stright set 21-12 21-12.
"Kemenangan tersebut memastikan tim Indonesia berada di posisi ketujuh," ujar manajer tim Indonesia, Yacob Rusdianto.
Hasil tersebut turun satu tingkat dari pencapaian yang diraih tim Indonesia tahun lalu, saat mereka berakhir di urutan enam.
China dan Korea maju ke final untuk memperebutkan Piala Suhandinata--piala Kejuaraan Dunia Junior beregu--, setelah keduanya memenangi semifinal, Minggu (26/10) malam. China mengalahkan Malaysia 3-0, sedangkan Korea menundukkan India dengan poin ketat, 3-2.
Malaysia dan India akan bertanding untuk menentukan tim di posisi tiga, sedangkan posisi lima akan ditentukan dalam pertandingan yang mempertemukan tim Thailand dan Jepang.
Kejuaraan Dunia Junior akan dilanjutkan dengan turnamen perorangan yang akan berlangsung 29 Oktober - 2 November.
"Doakan pada pertandingan individu anak-anak bisa tampil maksimal," harap Yacob yang juga Ketua Umum Pengda PBSI Jawa Timur itu.
Diposting oleh Peji Nopeles di 20.12 0 komentar
Indonesia Satu Grup dengan China
JAKARTA, Kompas.com - Tim Indonesia berada dalam satu grup dengan juara bertahan China dalam nomor beregu Kejuaraan Dunia Junior 2009 yang akan digelar di Kedah, Malaysia 23 Oktober-1 November mendatang.
Menurut hasil pengundian pertandingan yang disiarkan situs resmi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), Kamis, Indonesia ditempatkan dalam Grup W bersama China, Rusia, Selandia Baru dan Makau.
Total sebanyak 22 tim akan berkompetisi dalam turnamen beregu yang dikenal dengan Piala Suhandinata (diambil dari nama Suharso Suhandinata, tokoh bulutangkis asal Indonesia) itu.
Kejuaraan beregu campuran tersebut akan diikuti nomor perseorangan di tempat yang sama mulai 28 Oktober. Ke-22 tim peserta akan dibagi ke dalam empat Grup; W, X, Y dan Z. Namun untuk Grup X dan Y, masing-masing akan dibagi ke dalam dua sub-grup yang terdiri atas tiga tim setiap sub-grupnya. Grup W dan Z masing-masing terdiri atas lima tim.
Juara setiap grup akan lolos ke semifinal sementara tim lainnya akan mengikuti play-off untuk menentukan peringkat. Pemenang sub-grup X1 dan sub-grup X2 akan bertemu untuk menentukan juara Grup X. Prosesnya sama bagi tim-tim dalam Grup Y.
Tahun lalu, China keluar sebagai juara diikuti Korea, Malaysia dan India. Akan tetapi Korea, tidak bertanding dalam nomor beregu tahun ini. Sementara kontingen Indonesia harus puas berada di peringkat ketujuh.
Tim Indonesia yang akan berlaga dalam Kejuaraan Dunia Junior terdiri atas gabungan pemain Pelatnas Pratama dan non-pelatnas. Enam pemain non-pelatnas yang akan memperkuat tim adalah Andre Marteen (tunggal putra), Febby Angguni, Elizabeth Purwanigtyas, Ana Rovita (tunggal putri) dan pasangan Muhammad Ulinnuha/Berry Anggriawan (ganda putra).
Sedangkan pemain dari Pelatnas Pratama adalah Ary Trisnanto, Evert Sukamta dan Hermansyah (tunggal putra), Siti Anida Lestari Qoryatin (tunggal putri), Angga Pratama/Rendy Sugiarto (ganda putra), Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Runaidah, Ni Made Claudia Ayu Wijaya/Della Destiara (ganda putri).
Para pemain ganda putra dan ganda putri tersebut juga akan tampil pada ganda campuran ditambah Kevin Alexander yang akan berpasangan dengan Suci. "Para pemain Pratama yang sedang berlatih di Akademi Militer Magelang akan masuk ke Pelatnas Cipayung pada Sabtu (3/10) karena masa latihan mereka di sana sudah selesai," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Lius Pongoh.
Lius berharap, pemain dari luar Pelatnas dapat bergabung untuk berlatih bersama mulai Senin (5/10).
Berikut pembagian grup nomor beregu Kejuaraan Dunia Junior:
Grup W: China, Indonesia, Rusia, Selandia Baru, Macau.
Grup X: Sub-Grup X1: Thailand, Jerman, Vietnam; Sub-Grup X2: Hong Kong, Denmark, Sri Lanka.
Grup Y: Sub-Grup Y1: India, Kanada, Filipina; Sub-Grup Y2: Taiwan, Inggris, Australia.
Grup Z: Malaysia, Jepang, Perancis, Singapura, Kamboja.
Diposting oleh Peji Nopeles di 20.10 0 komentar
Fran/Pia Dimatangkan di Sejumlah Super Series

JAKARTA, KOMPAS.com - PB PBSI akan berusaha secepat mungkin mematangkan ganda campuran Fran Kurniawan/Pia Zebadiah. Karena itu, pasangan tersebut akan disertakan dalam berbagai turnamen super series, yang dimulai dengan Denmark dan Perancis Terbuka bulan depan.
"Ini dilakukan untuk mengejar pengalaman dengan lebih banyak melakukan sparring bersama pemain-pemain dunia," ujar pelatih ganda campuran Richard Mainaky, di Pelatnas Cipayung, Rabu (30/9).
Pasangan juara Selandia Baru Terbuka itu semula direncanakan ikut turnamen Grand Prix Vietnam Terbuka yang akan berlangsung 6-11 Oktober. Tetapi dibatalkan, dan dipersiapkan ke Denmark Terbuka (20-25 Oktober) serta Perancis Terbuka (27 Oktober-1 November).
Menurut Richard, keputusan tersebut diambil untuk mempercepat kesiapan pasangan peringkat 47 dunia itu menjadi pelapis ganda campuran nomor satu Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir.
"Di bawah Nova/Liliyana hanya ada pasangan Devin Lahardi/Lita Nurlita, sementara yang lainnya masih jauh di bawahnya. Oleh karena itu, mereka harus dipercepat naiknya," kata Richard yang juga mulai memikirkan persiapan menghadapi Olimpiade London 2012.
Richard berharap, pasangan yang turnamen pertama mereka adalah Vietnam International Challenge April lalu itu, dalam satu tahun ke depan sudah sepenuhnya berkiprah di super series.
Sementara itu, Fran menjelaskan bahwa tidak ada persiapan khusus menyambut super series pertama mereka setelah Indonesia Terbuka bulan Juni lalu. Menurutnya, mereka harus lebih konsentrasi.
"Yang jelas harus lebih konsentrasi karena saya ingin memanfaatkan kesempatan mencoba turnamen super series yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya," kata Fran.
Denmark dan Perancis akan menjadi dua turnamen super series pertama mereka selain bermain Indonesia Terbuka di kandang sendiri.
Pada Indonesia Terbuka Juni lalu, Fran/Pia harus melalui babak kualifikasi. Setelah lolos ke babak utama, mereka tersingkir di putaran kedua karena kalah dari unggulan keenam asal China Xie Zhongbo/Zhang Yawen.
Vietnam Terbuka
Meski Fran/Pia tidak berlaga, Pelatnas masih punya empat ganda campuran yang ambil bagian di Vietnam Grand Prix. Mereka adalah unggulan kedua Tantowi Ahmad/Richi Puspita Dili, unggulan keempat Muhammad Rijal/Debby Susanto, Wifqi Windarto/Anneke Feinya Agustine, dan Lingga Lie/Keshya Nurvita Hanadia.
Juara Selandia Baru Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni memimpin ganda putri sebagai unggulan pertama. Mereka didampingi ganda pelatnas lainnya Komala Dewi/Keshya Nurvita.
Dua ganda putra, Fernando Kurniawan/Lingga Lie dan Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan tercatat sebagai unggulan ketiga dan keempat dalam turnamen berhadiah 50.000 dolar AS tersebut.
Sedangkan pada tunggal, terdapat Tommy Sugiarto, Nugroho Andi Saputra, Yoga Pratama, Aprilia Yuswandari, Rizki Amelia Pradipta dan Linda Weni Fanetri.
Diposting oleh Peji Nopeles di 20.08 0 komentar
Label: General
Dari Jepang, Kido/Hendra Incar Denmark dan Perancis Super Series

Selasa, 29 September 2009
JAKARTA, KOMPAS.com - Ganda putra nomor satu dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan, baru saja meraih sukses menjadi juara Jepang Terbuka Super Series. Kini, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2009 itu membidik dua gelar super series lagi pada bulan Oktober dan November.
Ya, Kido/Hendra bertekad mempertahankan gelar juara Denmark dan Perancis Super Series. Apalagi, pada kejuaraan itu Pelatnas Cipayung juga akan menurunkan kekuatan terbaiknya.
"Ini adalah kesempatan yang tak boleh disia-siakan untuk meraih angka," ujar Markis, Selasa (29/9) sore.
Denmark Super Series akan berlangsung 20-25 Oktober 2009. Selang dua hari, dilanjutkan dengan Perancis Super Series yang berlangsung 27 Oktober - 1 November 2009.
Sama seperti di Jepang, PBSI akan merencanakan menampilkan seluruh pemain pelatnas yang telah digladi di Cipayung.
Pasangan Kido/Hendra tetap berada di posisi nomor satu BWF di nomor ganda putra. Dan PBSI juga menargetkan mereka meraih juara, kerena pasangan itu berstatus juara bertahan.
"Kami dalam keadaan sehat, jadi masih memungkinkan untuk bisa meraih gelar juara. Makanya saat ini kami selalu melakukan latihan keras. Jeda waktu satu bulan kami manfaatkan," tambah Kido.
Sepulangnya dari Jepang, Kido/Hendra langsung bergabung dengan teman-temannya di Pelatnas. Walau sementara masih melakukan latihan ringan untuk pemulihan kondisi, paling tidak awal minggu depan latihan akan lebih ditingkatkan.
"Mudah-mudahan saja tak ada hambatan hingga berlangsungnya kejuaraan itu," ungkap Kido.
Diposting oleh Peji Nopeles di 20.05 0 komentar
Label: General
Hendra Setiawan/Markis Kido Juara

Minggu, 27 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Markis Kido/Hendra Setiawan meraih gelar Jepang Terbuka Super Series 2009. Di final, Minggu (27/9), ganda putra nomor satu dunia tersebut mengalahkan rekannya di Pelatnas Cipayung, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, dengan straight set 21-19 24-22.
Ini merupakan gelar kedua Kido/Hendra pada tahun 2009. Sebelumnya, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini telah menjuarai Malaysia Terbuka Super Series pada bulan Januari lalu.
Dalam partai all-Indonesian final ini, pertarungan berlangsung dalam tempo yang sangat tinggi. Yonathan/Rian mampu memberikan perlawanan yang seimbang sehingga mereka tak pernah tertinggal jauh dalam pengumpulan poin.
Di set pertama, Kido/Hendra sempat unggul jauh seusai skor 8-8 karena unggulan pertama tersebut memimpin 13-9. Namun, Yonathan/Rian bisa mengejar dan sempat menyamakan lagi kedudukan menjadi 18-18, sebelum Kido/Hendra menyelesaikan set tersebut dengan kemenangan 21-19.
Seperti sebelumnya, pada game kedua pertandingan tetap berlangsung dalam tempo tinggi. Adu drive dan smes mewarnai duel sepanjang 30 menit tersebut.
Yonathan/Rian tampaknya akan memaksa rubber set ketika mereka sudah unggul 20-16. Sayang, pasangan muda pelatnas ini gagal memanfaatkan empat game point yang dimiliki karena mereka kehilangan empat poin sehingga terjadi deuce, yang akhirnya dimenangkan Kido/Hendra dengan 24-22, untuk memastikan diri sebagai juara.
Di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Indonesia hanya bisa membawa pulang satu gelar karena di nomor tunggal putra, Taufik Hidayat gagal menjadi juara. Mantan pemain pelatnas ini menyerah dua set langsung dari pemain China, Bao Chunlai.
China sempurna
Dalam kejuaraan ini, China yang tidak menurunkan kekuatan terbaiknya, pulang dengan hasil yang sempurna karena tiga wakilnya yang tampil di final berhasil menjadi juara. Selain Wang Yihan yang memenangkan all-Chinese final di nomor tunggal putri melawan Wang Xin, serta Bao Chunlai yang menaklukkan Taufik, ganda putri Ma Jin/Wang Xiaoli juga sukses setelah mengalahkan pasangan tuan rumah Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna.
Dalam duel yang berlangsung 54 menit, pasangan unggulan kelima ini menang straight set 21-19 21-18 atas Maeda/Suetsuna, yang merupakan unggulan ketujuh.
Meskipun gagal menjadi juara, tetapi Maeda/Suetsuna sudah bisa membangkitkan lagi gairah bulu tangkis Jepang. Pasalnya, mereka untuk pertama kalinya menjadi pemain Jepang yang lolos ke final turnamen di negeri sendiri ini, setelah 19 tahun tak pernah ada wakil yang bermain di partai puncak.
Maeda/Suetsuna lolos ke final setelah menyingkirkan unggulan kedua dari Korea Selatan Ha Jung Eun/Kim Min Jung. Dalam partai semifinal yang berlangsung 1 jam 15 menit, Maeda/Suetsuna menang 19-21 21-18 21-14.
Diposting oleh Peji Nopeles di 20.02 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Taufik Gagal Lagi Jadi Juara

Minggu, 27 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Taufik Hidayat untuk ketiga kalinya gagal meraih gelar di Jepang Terbuka Super Series. Pada final turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini, Minggu (27/9), dia menyerah dua set langsung 15-21 12-21 dari pemain China, Bao Chunlai.
Dengan demikian, Taufik belum mampu mewujudkan impiannya menjadi juara di turnamen ini. Sebelumnya, dia juga dua kali tampil di final pada tahun 2006 dan 2007, tetapi secara berturut-turut dikalahkan jagoan China Lin Dan dan pemain Malaysia yang saat ini menempati peringkat satu dunia, Lee Chong Wei.
Hasil ini juga memastikan, Indonesia hanya berhasil membawa satu gelar dari Jepang Terbuka. Pasalnya, di nomor ganda putra terjadi all-Indonesian final antara Markis Kido/Hendra Setiawan versus Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan.
Meskipun mendapat dukungan dari suporter Indonesia di Jepang, Taufik yang merupakan unggulan keempat gagal menaklukkan Bao Chunlai. Pemain China itu yang memiliki ranking BWF 25, selalu unggul dalam pengumpulan angka.
Di set pertama, Taufik hanya bisa mengimbanginya sampai skor 3-3 karena setelah itu Bao Chunlai terus melaju kencang. Bahkan setelah unggul 12-9, Bao Chunlai bisa menambah lima poin secara beruntun untuk melebarkan jarak sampai memenangkan set ini dengan 21-15.
Pada set kedua, Bao Chunlai bermain lebih agresif. Strategi ini menunjukkan hasil bagus karena dia langsung unggul 6-1. Kondisi ini membuat Taufik semakin tertekan dan sulit bangkit. Alhasil, pemain jangkung ini mengakhiri duel selama 39 menit tersebut dengan kemenangan 21-12.
Kemenangan Bao Chunlai membuat China telah menggondol dua gelar. Pada partai sebelumnya terjadi all-Chinese final di nomor tunggal putri, di mana Wang Yihan mampu mempertahankan gelarnya setelah menaklukkan Wang Xin. China masih berpeluang meraih gelar di nomor tunggal putri melalui unggulan kelima Ma Jin/Wang Xiaoli, yang menghadapi pemain tuan rumah Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna.
Diposting oleh Peji Nopeles di 20.01 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Wang Yihan Pertahankan Gelar

TOKYO, KOMPAS.com — Wang Yihan berhasil mempertahankan gelar juara Jepang Terbuka Super Series. Di final turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS ini, Minggu (27/9), unggulan keempat tersebut mengalahkan kompatriotnya Wang Xin dengan straight set 21-8 21-9.
Dengan demikian, Wang Yihan untuk kedua kalinya berturut-turut meraih gelar super series ini. Pasalnya, tahun lalu pemain berusia 21 tahun ini juga menjadi jawara.
Di luar dugaan, Wang Yihan sangat mudah meraih kemenangan ini. Sebaliknya, Wang Xin yang dalam perjalanan ke final mengalahkan sejumlah pemain top seperti Maria Kristin (babak pertama), Tine Rasmussen (babak kedua), dan rekan senegaranya yang merupakan unggulan kedua, Wang Lin (semifinal), bermain buruk.
Pada set pertama, Wang Xin sempat memberikan perlawanan yang cukup menyulitkan Wang Yihan. Drop shot silang dan penempatan yang akurat membuat pemain kidal ini selalu membuntuti Wang Yihan.
Namun, setelah permainannya sudah terbaca dan Wang Yihan juga tak kenal putus asa untuk mengejar ke mana pun arah bola, Wang Xin mulai terlihat putus asa. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Wang Yihan untuk melaju setelah skor 7-7 karena dia bisa meraup 11 poin secara beruntun untuk unggul 18-7, sebelum memenangkannya dengan 21-8.
Di set kedua, Wang Yihan terus menunjukkan determinasi tinggi dan kerja keras yang luar biasa sehingga drop shot dan pukulan silang yang menjadi senjata andalan Wang Xin selalu mental. Alhasil, Wang Yihan langsung unggul 4-0, dan terus memimpin jalannya pertandingan sampai meraih kemenangan 21-9, sekaligus memastikan diri menjadi juara untuk kedua kalinya.
Diposting oleh Peji Nopeles di 19.59 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Yonathan/Rian Ciptakan All-Indonesian Final

Sabtu, 26 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan menciptakan all-Indonesian final di nomor ganda putra turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Pasangan Pelatnas Cipayung ini menang 15-21 21-17 21-17 atas pasangan Amerika Serikat Howard Bach/Tony Gunawan, di babak semifinal, Sabtu (26/9).
Dengan demikian, Yonathan/Rian mengikuti jejak pasangan nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan, yang menang straight set 21-17 21-15 atas pemain Indonesia lainnya, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan. Artinya, di final besok, terjadi pertarungan antara sesama pemain pelatnas, dan itu juga memastikan Indonesia membawa pulang satu gelar dari turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut.
Di set pertama, Bach/Tony tampil sangat impresif. Di samping serangan yang mematikan, pertahanan pasangan juara dunia 2005 tersebut juga sangat rapat sehingga Yonathan/Rian kesulitan untuk menembusnya. Alhasil, setelah pertarungan ketat berlangsung hingga skor 12-12, Bach/Tony bisa melaju hingga menang 21-15.
Memasuki set kedua, Yonathan/Rian sedikit mengubah strategi permainan. Meskipun tampil agresif, mereka lebih banyak mengandalkan drive serta kecerdikan menempatkan bola. Strategi ini membuahkan hasil manis karena pasangan Indonesia ini bisa menang 21-17, meskipun persaingan tetap ketat sampai kedudukan 14-14.
Di set penentuan, Yonathan/Rian sempat melejit dan unggul 7-4. Tetapi Bach/Tony bisa menyusul, dan malah membalikkan keadaan untuk unggul 15-13.
Tertinggal, Yonathan/Rian tak punya pilihan selain tampil lebih agresif untuk membongkar pertahanan lawan. Hasilnya memang sangat bagus, karena mereka bisa menambah enam poin secara beruntun untuk unggul 19-15, sebelum menyudahi set ketiga dengan kemenangan 21-17, sekaligus menciptakan all-Indonesian final.
Di kejuaraan ini, Indonesia berpeluang membawa pulang dua gelar. Selain ganda putra yang gelarnya sudah pasti berada di genggaman, kesempatan meraih trofi juga datang dari nomor tunggal putra karena Taufik Hidayat maju ke final. Namun, unggulan keempat ini harus bisa mengalahkan pemain China, Bao Chunlai.
Ganda putri gagal
Di semifinal kejuaraan ini, ada tiga pasangan Indonesia yang gagal. Selain dua pasangan di nomor ganda campuran, satu ganda putri juga tersisih.
Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang menjadi satu-satunya pasangan Tanah Air yang tampil di nomor ini, tersingkir karena tidak bisa melanjutkan laga. Unggulan keenam ini mundur di set ketiga dalam posisi tertinggal 10-17.
Di set pertama, pasangan pelatnas yang merupakan finalis Singapura Terbuka ini menang 21-18 atas unggulan kelima dari China Ma Jin/Wang Xiaoli. Tetapi di set kedua, Nitya/Greysia menyerah 14-21.
Dengan demikian, Ma Jin/Wang Xiaoli lolos ke final untuk bertemu pasangan Jepang Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna. Unggulan ketujuh ini harus berjuang selama 1 jam 15 menit sebelum menang 19-21 21-18 21-14 atas unggulan kedua dari Korea Selatan, Ha Jung Eun/Kim Min Jung.
Diposting oleh Peji Nopeles di 19.57 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Taufik: Sekarang Saatnya untuk Juara!

Sabtu, 26 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Taufik Hidayat melangkah ke final Jepang Terbuka Super Series 2009 setelah menyingkirkan Simon Santoso. Di partai puncak turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS ini, Minggu (27/9), Taufik akan menghadapi pemain China, Bao Chunlai, yang menyingkirkan unggulan kedelapan asal Vietnam, Tien Minh Nguyen.
Taufik sangat berambisi merengkuh gelar di sini karena sepanjang kariernya dia belum pernah menjadi juara Jepang Terbuka. Mantan pemain pelatnas ini pernah masuk final dua kali, yakni 2006 dan 2007. Namun, dia selalu gagal karena berturut-turut dikalahkan Lin Dan (tahun ini absen) dan Lee Chong Wei, yang disingkirkan Simon Santoso di babak kedua.
Peluang Taufik yang menjadi unggulan keempat untuk menjadi juara cukup besar. Akan tetapi, dia mengaku sangat mewaspadai Bao Chunlai, yang menjadi satu-satunya pemain China yang lolos ke semifinal, apalagi pemain non-unggulan ini lebih dulu menyingkirkan unggulan ketiga asal Denmark, Peter Hoeg Gade, di perempat final.
"Saya dua kali masuk final dan tidak pernah menang. Besok saya ingin memenangkannya. Sekarang saatnya bagi saya untuk menjadi juara," ungkap Taufik yang pernah menyumbang medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Athena.
"Saya pikir Lin Dan adalah pemain terbaik di dunia, lebih baik daripada Bao Chunlai dan Lee Chong Wei. Tetapi minggu ini Bao juga mengalahkan Peter sehingga saya pikir dia sedang berada di puncak permainannya," tambah mantan juara dunia 2005 tersebut.
Tentang kemenangannya atas Simon, Taufik tak mau berbicara panjang lebar. Dia hanya mengatakan bahwa tekad untuk menjadi juara yang memaksa dirinya untuk mengalahkan "saudara"-nya tersebut.
"Saya tidak senang bertarung dengan rekan sendiri. Tetapi saya harus mencapai final sehingga saya tidak punya pilihan selain mengalahkannya," ungkap Taufik.
Wang Yihan berpeluang pertahankan gelar
Di sektor tunggal putri, Wang Yihan kembali tampil di final dan berpeluang mempertahankan gelar yang dia raih tahun lalu. Unggulan keempat asal China ini lolos setelah bangkit dari kekalahan 18-21 di set pertama saat melawan pemain tuan rumah, Eriko Hirose, sebelum memenangi dua set selanjutnya dengan 21-12 dan 21-9.
Di final, Wang Yihan bertemu dengan kompatriotnya, Wang Xin. Pemain muda China berperingkat 72 dunia ini—yang menyingkirkan Maria Kristin Yulianti di babak pertama—lolos setelah mengalahkan unggulan kedua Wang Lin dengan 21-15 dan 21-17.
Bagi Wang Xin, ini merupakan lanjutan kejutannya di sini. Pasalnya, setelah menang atas Maria Kristin, dia menyingkirkan unggulan ketiga asal Denmark, Tine Rasmussen, dengan 15-21, 21-15, dan 21-14, untuk maju ke perempat final.
Dengan terjadinya pertemuan antara dua Wang di partai puncak sehingga terjadi all-Chinese final, maka China memastikan telah merebut gelar di nomor tunggal putri.
Diposting oleh Peji Nopeles di 19.56 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Taufik Akhiri Kejutan Simon

Sabtu, 26 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Taufik Hidayat ke final Jepang Terbuka Super Series 2009. Di semifinal, Sabtu (26/9), unggulan keempat ini mengakhiri rangkaian kejutan Simon Santoso dalam pertarungan rubber set yang berakhir dengan 13-21, 21-12, dan 21-18.
Dengan keberhasilan ini, maka Taufik membuka peluangnya untuk meraih gelar pertama di Jepang Terbuka. Sebab, sepanjang kariernya, peraih medali emas Olimpiade Athena ini belum pernah merengkuh trofi di "Negeri Sakura".
Namun di final, Minggu (27/9), Taufik harus bisa mengatasi salah satu musuh besarnya, Bao Chunlai. Pemain China tersebut lolos ke partai puncak setelah menang straight set 21-15 dan 21-16 atas unggulan kedelapan asal Vietnam, Nguyen Tien Minh.
Bagi Simon, kegagalan ini menjadi anti-klimaks performanya yang menawan sepanjang berlangsungnya turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini. Pasalnya, pemain nomor 19 dunia ini lolos ke semifinal setelah melewati tiga rintangan berat.
Di babak pertama, Simon lebih dulu menyingkirkan pemain andalan Taiwan, Hsieh Yu Hsing. Setelah itu, dia membuat dua kejutan besar karena menaklukkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, di babak kedua, dilanjutkan dengan kemenangan atas seniornya di Pelatnas Cipayung sekaligus juara bertahan, Sony Dwi Kuncoro, untuk maju ke semifinal.
Simon mengawali duel yang berlangsung 1 jam 3 menit dengan sangat bagus. Sejak awal, dia terus memimpin pengumpulan angka sampai meraih kemenangan 21-13.
Namun, di set kedua, giliran Taufik yang beraksi. Mantan pemain pelatnas ini terus menyerang, membuat Simon kewalahan mengatasinya. Alhasil, di game ini Taufik menang dengan skor 21-12, dan memaksa rubber set untuk menentukan siapa yang berhak ke final.
Di game penentuan, pertarungan berlangsung ketat karena perolehan poin kedua pemain hanya terpaut satu. Akan tetapi, setelah kedudukan 6-6, penampilan Simon menurun drastis. Akurasi pukulan tunggal nomor dua pelatnas ini tidak seperti di dua set sebelumnya sehingga dia banyak memberikan keuntungan kepada Taufik.
Setelah tertinggal 14-20, Simon berusaha bangkit dan bermain lebih agresif. Perjuangannya memberikan hasil yang cukup bagus karena dia bisa menambah empat poin untuk mempertipis ketinggalannya menjadi 18-20.
Namun, Taufik yang hanya membutuhkan satu poin lagi bisa memanfaatkan keuntungan tersebut. Sebuah drive yang keras ke arah badan Simon membuat pengembaliannya tidak sempurna. Bola melambung jauh melewati garis belakang lapangan sehingga Taufik pun berhasil menambah satu poin yang menandai berakhirnya duel sesama pemain Indonesia tersebut.
Diposting oleh Peji Nopeles di 19.54 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Kido/Hendra ke Final

Sabtu, 26 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Markis Kido/Hendra Setiawan melaju ke final turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series. Tiket ke partai puncak turnamen berhadiah 200.000 dollar AS tersebut mereka raih setelah menyingkirkan kompatriotnya, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan dengan straight set 21-17 21-15, Sabtu (26/9).
Di final, Minggu (27/9), Kido/Hendra yang merupakan unggulan pertama ini akan menghadapi pemenang duel Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan (Indonesia) vs Howard Bach/Tony Gunawan (Amerika Serikat).
Kido/Hendra mendominasi jalannya pertandingan yang berdurasi 26 menit. Sejak awal, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini selalu memimpin perolehan poin.
Di set pertama, Kido/Hendra langsung unggul 3-0, dan terus menjauhi Alvent/Hendra AG yang merupakan mantan rekannya di Pelatnas Cipayung tersebut. Jarak terjauh adalah ketika unggul 16-9, sebelum menyudahi set ini dengan kemenangan 21-17.
Pada set kedua, Alvent/Hendra AG yang merupakan unggulan kedelapan, berusaha bangkit. Kerja keras mereka sedikit membuahkan hasil karena mampu menyamakan kedudukan menjadi 6-6.
Namun setelah itu, Kido/Hendra kembali tancap gas. Smes-smes keras yang dilepaskan membuat Alvent/Hendra AG kewalahan sehingga sulit membendung laju pasangan juara dunia 2007 tersebut, yang bisa menambah empat poin secara beruntun untuk unggul 15-9.
Dengan selisih poin yang lebar itu, Kido/Hendra tampil semakin percaya diri sampai akhirnya memenangkan game kedua dengan 21-15, dan berhak maju ke final.
Sedangkan bagi Hendra AG, kekalahan di nomor ganda putra ini memupus impiannya untuk meraih gelar Jepang Terbuka. Pasalnya, di nomor ganda campuran pun dia tersingkir di semifinal. Bersama Vita Marissa, mereka ditaklukkan pasangan Thailand Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul dengan 18-21 16-21.
Diposting oleh Peji Nopeles di 19.52 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Sayang, Nova/Liliyana dan Hendra AG/Vita Tersingkir
Sabtu, 26 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Pupuslah harapan Indonesia untuk merebut gelar di nomor ganda campuran turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Dua wakil Tanah Air yang tampil di babak semifinal, Sabtu (26/9), tersingkir.
Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa yang tampil di lapangan 1 menyerah dua set langsung, 18-21 16-21 dari pasangan Thailand Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul. Kekalahan serupa juga dialami Nova Widianto/Liliyana Natsir yang tampil di lapangan 2, karena ditaklukkan pemain Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan 18-21 12-21.
Dengan demikian, final ganda campuran turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS tersebut akan mempertemukan Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaiku dan unggulan keenam dari Denmark tersebut, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.
Jalannya pertandingan
Nova/Liliyana yang menjadi unggulan ketiga turnamen ini mengawali pertandingan dengan sangat baik dan meyakinkan. Kecermatan dan akurasi pukulan pasangan peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 tersebut membuat mereka langsung unggul 6-0, dilanjutkan dengan 10-4.
Namun setelah itu, permainan mereka menjadi sangat kendur. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Fischer Nielsen/Pedersen untuk bangkit, dan mereka bisa menyapu enam poin secara beruntun untuk menyamakan kedudukan menjadi 10-10.
Setelah itu, kendali permainan dipegang oleh pasangan Denmark tersebut. Mereka selalu memimpin perolehan poin, dan setelah kedudukan 15-15, Fischer Nielsen/Pedersen semakin kencang melaju hingga menang 21-18.
Di game kedua, performa Nova/Liliyana benar-benar anjlok. Kesalahan sendiri yang kerab dibuat pasangan ini memberikan keuntungan yang sangat besar bagi lawan, sehingga dengan mudah unggul 7-1.
Situasi ini membuat Nova/Liliyana tertekan, sebaliknya Fischer Nielsen/Pedersen berada di atas angin. Pasangan Denmark itu pun tak menyia-nyiakan momentum untuk meraih kemenangan, karena mereka tampil sangat konsisten dan selalu menekan. Alhasil, Fischer Nielsen/Pedersen dengan mudah mengakhiri set kedua dengan kemenangan 21-12.
Selanjutnya, Fischer Nielsen/Pedersen bertemu pasangan Thailand Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul di final yang akan berlangsung Minggu (27/9). Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul tampil menawan dan tak memberikan kesempatan kepada Hendra AG/Vita untuk mengembangkan permainannya.
Selama pertandingan yang berlangsung dua set itu, Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul selalu unggul dalam pengumpulan poin. Di set pertama, Hendra AG/Vita hanya mampu menyamakan skor 14-14, tetapi setelah itu mereka terus tertinggal dan kalah 18-21.
Tak jauh berbeda dengan sebelumnya, pada set kedua pun Hendra AG/Vita tak pernah memimpin perolehan poin selepas keunggulan 9-8. Karena setelah disamakan, Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul tak terbendung lagi untuk terus mengumpulkan angka hingga menang 21-16.
Dengan kegagalan ini, maka Indonesia harus melupakan impian meraih gelar di nomor ganda campuran. Padahal, harapan itu sempat terkuak karena ada dua wakil yang tampil di babak empat besar.
Sedangkan bagi Vita, kekalahan ini membuat dia gagal mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu. Waktu itu, mantan pemain Pelatnas Cipayung tersebut berpasangan dengan Muhammad Rijal.
Diposting oleh Peji Nopeles di 19.50 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Indonesia Tempatkan Wakil Terbanyak di Semifinal

Jepang Terbuka Super Series 2009
Jumat, 25 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Indonesia meraih sukses besar di nomor ganda putra turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Tiga pasangan yang tampil di babak perempat final, Jumat (25/9), berhasil mengalahkan lawan-lawannya sehingga mereka berhak maju ke semifinal.
Ganda putra nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan tanpa kesulitan menaklukkan pasangan Korea Selatan Hwang Ji Man/Shin Baek Cheol dengan 21-13 21-19. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini hanya perlu waktu 31 menit untuk mendapatkan tiket semifinal.
Setelah itu, pasangan lainnya dari Pelatnas Cipayung, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan yang lolos. Mereka menyingkirkan unggulan ketujuh dari Malaysia Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan dengan rubber set 25-23 16-21 21-10.
Tiket terakhir ke semifinal diraih oleh Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan. Unggulan kedelapan ini juga harus berjuang selama tiga set, sebelum menang 21-19 12-21 21-16 atas unggulan keempat dari Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Dengan demikian, sudah bisa dipastikan Indonesia meloloskan satu wakilnya ke final nomor ganda putra. Tiket ke partai puncak itu akan diperebutkan oleh Kido/Hendra dengan Alvent/Hendra AG.
Sementara itu, Yonathan/Rian, akan menantang pemain senior Amerika Serikat Howard Bach/Tony Gunawan. Pasangan yang menjadi juara di Kejuaraan Dunia 2005 itu melangkah ke semifinal setelah menang 22-20 18-21 21-9 atas pasangan Jepang Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata.
Bukan cuma ganda putra yang memastikan satu wakil di final. Nomor tunggal putra pun demikian, karena bakal terjadi "perang saudara" saat Simon Santoso bertemu Taufik Hidayat.
Indonesia paling banyak tempatkan wakil di semifinal
Turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS ini tampaknya sangat bersahabat dengan para pemain Indonesia. Buktinya, sebagian besar punggawa Tanah Air meraih kesuksesan karena berhasil menembus semifinal.
Tercatat, ada delapan wakil Indonesia yang lolos ke babak empat besar tersebut. Dengan demikian, Indonesia yang paling banyak menempatkan pemainnya di semifinal, mengungguli China yang hanya meloloskan lima wakil, disusul tuan rumah Jepang (2 wakil), serta Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Korea Selatan dan Denmark, yang masing-masing menempatkan satu wakil.
Dari delapan wakil tersebut, ganda putra yang paling banyak memberikan kontribusi karena ada tiga pasangan yang bakal bertarung. Dan, di nomor ini juga ada peluang terjadi all-Indonesian final dengan harapan, Yonathan/Rian bisa taklukkan Bach/Tony.
Selain itu, ganda campuran juga berpotensi terjadi all-Indonesian final. Harapan itu terwujud jika Nova Widianto/Liliyana Natsir bisa singkirkan unggulan keenam dari Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa mengalahkan pasangan Thailand Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul.
Sedangkan untuk ganda putri, harapan hanya tertumpu kepada unggulan keenam Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii. Finalis Singapura Terbuka ini bakal menghadapi unggula kelima dari China, Ma Jin/Wang Xiaoli.
Satu-satunya nomor yang tidak menghadirkan pemain Indonesia adalah tunggal putri karena dua pemain yang tampil di sektor ini sudah tersingkir di babak-babak awal. Maria Kristin Yulianti langsung gagal di babak pertama, sedangkan Adriyanti Firdasari yang sempat membuat kejutan dengan menggulingkan pemain nomor satu dunia Zhou Mi, gagal melewati babak kedua.
- Jadwal semifinal, Sabtu (26/9)
Tunggal putra
Bao Chunlai (China) vs (8) Nguyen Tien Minh (Vietnam)
Simon Santoso (Indonesia) vs (4) Taufik Hidayat (Indonesia)
Tunggal putri
Wang Xin (China) vs (2) Wang Lin
Eriko Hirose (Jepang) vs (4) Wang Yi Han (China)
Ganda putra
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia) vs (8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia)
Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan (Indonesia) vs Howard Bach/Tony Gunawan (Amerika Serikat)
Ganda putri
(5) Ma Jin/Wang Xiaoli (China) vs (6) Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (Indonesia)
(7) Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (Jepang) vs (2) Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan)
Ganda campuran
Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul (Thailand) vs Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (Indonesia)
(6) Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) vs (3) Nova Widianto/Liliyana Natsir (Indonesia)
Diposting oleh Peji Nopeles di 19.41 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
Jumat, September 25, 2009
Vita Terus Pelihara Peluang Pertahankan Gelar

Jumat, 25 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Vita Marissa semakin dekat dengan impiannya untuk mempertahankan gelar Jepang Terbuka Super Series. Bersama pasangan barunya, Hendra Aprida Gunawan, mereka memelihara peluang itu karena menjejakkan kakinya di semifinal, setelah menyingkirkan pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, Jumat (25/9), dengan straight set 21-18 21-17.
Vita berstatus juara bertahan nomor ganda campuran. Tetapi tahun lalu, dia meraih gelar di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini bersama dengan Muhammad Rijal, ketika mereka sama-sama masih bernaung di bawah atap pelatnas.
Di babak empat besar, Sabtu (26/9), Hendra AG/Vita akan bertemu dengan Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul. Pasangan Thailand ini lolos setelah menyingkirkan pemain Jepang Kenta Kazuno/Reika Kakiiwa dengan dua set langsung 21-9 21-9.
Dalam duel yang berlangsung 40 menit itu, Hendra AG/Vita hanya mendapat perlawanan gigih di set pertama. Laybourn/Rytter Juhl yang bulan Agustus lalu menjadi juara Kejuaraan Dunia di India--di final kalahkan Nova Widianto/Liliyana Natsir--hampir selalu membuntuti perolehan poin mantan pemain pelatnas tersebut.
Namun setelah skor 13-13, Hendra AG/Vita tak terkejar lagi. Mereka terus menekan pasangan Denmark yang merupakan unggulan kelima itu sampai menang 21-18.
Di set kedua, Hendra AG/Vita sangat dominan karena sejak tertinggal 0-1, mereka langsung menambah tujuh poin secara beruntun untuk unggul 7-1. Selanjutnya, perolehan poin Hendra AG/Vita tak terkejar lagi meskipun sempat tersendat di angka 16, karena Laybourn/Rytter Juhl sempat mempertipis ketinggalannya menjadi 16-17. Tetapi setelah itu, Hendra AG/Vita melaju sampai menang 21-17 dan berhak ke semifinal.
Nova/Liliyana juga sukses
Langkah serupa juga diukir ganda campuran nomor satu Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir. Peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini melaju ke semifinal setelah menang 17-21 21-7 21-14 atas pasangan Korea Selatan Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun.
Nova/Liliyana yang merupakan unggulan ketiga, mengawali pertarungan berdurasi 40 menit ini dengan kurang bagus. Sempat unggul 4-1, dilanjutkan 10-7, mantan pasangan nomor satu dunia ini justru gagal meraih kemenangan karena mereka menyerah 17-21.
Namun di dua game selanjutnya, Nova/Liliyana tampil garang. Pada set kedua Nova/Liliyana melaju sangat kencang, karena setelah unggul 14-7, mereka menambah tujuh poin beruntun untuk menang 21-7 dan memaksa rubber game.
Di set ketiga yang menjadi penentu, Nova/Liliyana tetap mempertahankan momentum di set sebelumnya. Runner-up Kejuaraan Dunia 2009 ini selalu memimpin perolehan poin dan menang 21-14, untuk maju ke semifinal, bertemu pemenang duel Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita vs unggulan keenam Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark)
Diposting oleh Peji Nopeles di 11.51 0 komentar
Label: JAPAN Super Series 2009
