BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, September 25, 2009

Vita Terus Pelihara Peluang Pertahankan Gelar




Jumat, 25 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Vita Marissa semakin dekat dengan impiannya untuk mempertahankan gelar Jepang Terbuka Super Series. Bersama pasangan barunya, Hendra Aprida Gunawan, mereka memelihara peluang itu karena menjejakkan kakinya di semifinal, setelah menyingkirkan pasangan Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, Jumat (25/9), dengan straight set 21-18 21-17.

Vita berstatus juara bertahan nomor ganda campuran. Tetapi tahun lalu, dia meraih gelar di turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini bersama dengan Muhammad Rijal, ketika mereka sama-sama masih bernaung di bawah atap pelatnas.

Di babak empat besar, Sabtu (26/9), Hendra AG/Vita akan bertemu dengan Songphon Anugritaywon/Kunchala Voravichitchaikul. Pasangan Thailand ini lolos setelah menyingkirkan pemain Jepang Kenta Kazuno/Reika Kakiiwa dengan dua set langsung 21-9 21-9.

Dalam duel yang berlangsung 40 menit itu, Hendra AG/Vita hanya mendapat perlawanan gigih di set pertama. Laybourn/Rytter Juhl yang bulan Agustus lalu menjadi juara Kejuaraan Dunia di India--di final kalahkan Nova Widianto/Liliyana Natsir--hampir selalu membuntuti perolehan poin mantan pemain pelatnas tersebut.

Namun setelah skor 13-13, Hendra AG/Vita tak terkejar lagi. Mereka terus menekan pasangan Denmark yang merupakan unggulan kelima itu sampai menang 21-18.

Di set kedua, Hendra AG/Vita sangat dominan karena sejak tertinggal 0-1, mereka langsung menambah tujuh poin secara beruntun untuk unggul 7-1. Selanjutnya, perolehan poin Hendra AG/Vita tak terkejar lagi meskipun sempat tersendat di angka 16, karena Laybourn/Rytter Juhl sempat mempertipis ketinggalannya menjadi 16-17. Tetapi setelah itu, Hendra AG/Vita melaju sampai menang 21-17 dan berhak ke semifinal.

Nova/Liliyana juga sukses

Langkah serupa juga diukir ganda campuran nomor satu Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir. Peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini melaju ke semifinal setelah menang 17-21 21-7 21-14 atas pasangan Korea Selatan Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun.

Nova/Liliyana yang merupakan unggulan ketiga, mengawali pertarungan berdurasi 40 menit ini dengan kurang bagus. Sempat unggul 4-1, dilanjutkan 10-7, mantan pasangan nomor satu dunia ini justru gagal meraih kemenangan karena mereka menyerah 17-21.

Namun di dua game selanjutnya, Nova/Liliyana tampil garang. Pada set kedua Nova/Liliyana melaju sangat kencang, karena setelah unggul 14-7, mereka menambah tujuh poin beruntun untuk menang 21-7 dan memaksa rubber game.

Di set ketiga yang menjadi penentu, Nova/Liliyana tetap mempertahankan momentum di set sebelumnya. Runner-up Kejuaraan Dunia 2009 ini selalu memimpin perolehan poin dan menang 21-14, untuk maju ke semifinal, bertemu pemenang duel Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita vs unggulan keenam Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark)

Dua Ganda Putri Indonesia ke Perempat Final

Kamis, 24 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Dua ganda putri Indonesia meraih kesuksesan dalam laga perdana mereka di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii serta Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari lolos ke perempat final, setelah menaklukkan lawan-lawan mereka, Kamis (24/9).

Nitya/Greysia yang merupakan unggulan keenam menaklukkan pasangan Bulgaria/Rusia, Petya Nedelcheva/Anastasia Russikh. Dalam duel selama 59 menit, finalis Singapura Terbuka ini menang 21-15 18-21 21-15. Di perempat final, Jumat (25/9), Nitya/Greysia akan menghadapi ganda putri Jepang Kanako Konishi/Sayaka Takahashi.

Perjuangan berat juga harus dilakukan Shendy/Meiliana. Sempat kalah di set pertama, unggulan keempat ini mampu bangkit dan menyudahi duel yang menghabiskan waktu 53 menit itu dengan skor 17-21 21-14 21-13, atas pasangan tuan rumah Shizuka Matsuo/Mami Naito.

Selanjutnya, Shendy/Meiliana akan menghadapi lawan yang lebih tangguh lagi. Mereka bakal bertemu ganda andalan tuan rumah, Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna, yang menempati unggulan ketujuh.

Hanya Firdasari yang gagal

Di babak kedua Jepang Terbuka ini, para pemain Pelatnas Cipayung meraih hasil yang memuaskan. Hanya Adriyanti Firdasari yang tersingkir, karena dia tak mampu melewati adangan pemain Jerman Nicole Grether.

Tunggal putri nomor dua di pelatnas itu gagal meneruskan kejutan yang dibuat sehari sebelumnya, ketika menyingkirkan pemain nomor satu dunia asal Hongkong, Zhou Mi. Kali ini Firdasari kalah dalam pertarungan tiga set, 21-15 19-21 25-27.

Sebaliknya, di nomor tunggal putra Indonesia terus berjaya. Bahkan Simon Santoso yang tidak diunggulkan, membuat kejutan besar dengan menyingkirkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, dengan 19-21 21-15 21-19. Sayang, di perempat final Simon sudah harus saling "membunuh" dengan rekan sesama pelatnas, Sony Dwi Kuncoro, yang lolos setelah menang 21-19 15-21 21-14 atas pemain China Chen Long.

Taufik Hidayat yang menjadi unggulan keempat, juga belum menemui hambatan yang berarti. Mantan pemain pelatnas tersebut menang straight set 21-17 21-18 atas pemain Inggris Andrew Smith.

Namun di perempat final, Taufik bakal menghadapi lawan yang sebanding, yaitu Park Sung Hwan. Unggulan keenam asal Korea Selatan itu lolos setelah menang 21-10 19-21 21-4 atas pemain tuan rumah Kenichi Tago.

Di nomor ganda, semua pemain pelatnas lolos. Markis Kido/Hendra Setiawan yang merupakan unggulan utama, tak menemui kesulitan untuk meraih tiket perempat final setelah menang 21-12 21-7 atas Halim Haryanto Ho (AS)/Flandy Limpele (Indonesia).

Sementara itu Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan menjadi pemenang duel sesama pemain pelatnas saat melawan Mohammad Ahsan/Bona Septano. Yonathan/Rian menang 21-15 21-19.

Mantan pemain pelatnas Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan, juga melangkah ke perempat final. Unggulan delapan ini menang 21-18 23-21 atas pasangan Koreal Selatan Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo.

Hasil buruk diraih Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi. Mantan pemain pelatnas ini kalah straight set 14-21 20-22 dari pasangan Denmark yang ditempatkan sebagai unggulan keempat, Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Di nomor ganda campuran, dua pasangan pelatnas ke perempat final. Nova Widianto/Liliyana Natsir yang merupakan unggulan ketiga akan menghadapi Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun (Korsel), sedangkan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita yang lolos tanpa bertanding, akan menghadapi unggulan kelima dari Denmark Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl.

- Jadwal perempat final, Jumat (25/9)--khusus pemain Indonesia

Tunggal putra
Simon Santoso vs (5) Sony Dwi Kuncoro
(4) Taufik Hidayat vs (6) Park Sung Hwan (Korsel)

Ganda putra
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan vs Hwang Ji Man/Shin Baek Cheol (Korsel)
(4) Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) vs (8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan
(7) Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan (Malaysia) vs Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan

Ganda putri
Kanako Konishi/Sayaka Takahashi (Jepang) vs (6) Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii
(7) Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna (Jepang) vs (4) Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari

Ganda campuran
(5) Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) vs Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
(3) Nova Widianto/Liliyana Natsir vs Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun (Korsel)
Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita vs (6) Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark)

Kido/Hendra dengan Mudah ke Perempat Final



Kamis, 24 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Markis Kido/Hendra Setiawan tak menemui kesulitan untuk lolos ke perempat final turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Ganda putra nomor satu dunia ini hanya perlu waktu 18 menit untuk mendapatkan tiket babak delapan besar, setelah menang straight set 21-12 21-7 atas Halim Haryanto Ho/Flandy Limpele, Kamis (24/9).

Jejak serupa juga diikuti oleh dua pasangan lainnya, Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan dan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan. Alvent/Hendra AG yang merupakan unggulan delapan, menang 21-18 23-21 atas pasangan Korea Selatan Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo, sedangkan Yonathan/Rian menyingkirkan rekannya sesama penghuni Pelatnas Cipayung, Mohammad Ahsan/Bona Septano, dengan straight set 21-15 21-19.

Hanya Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi yang gagal melangkah ke babak delapan besar. Pasangan yang pernah bernaung di bawah atap Pelatnas tersebut harus mengakui kehebatan pasangan Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen, yang menang straight set 21-14 22-20.

Di perempat final, Jumat (25/9), Kido/Hendra yang untuk pertama kalinya tampil di turnamen besar setelah Indonesia Terbuka Super Series bulan Juni lalu—mereka banyak absen karena Kido sakit—akan bertemu Hwang Ji Man/Shin Baek Cheol. Ganda Korea Selatan itu melaju setelah menang 21-14 18-21 21-17 atas pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Shuichi Sakamoto.

Sementara itu, Yonathan/Rian bertemu ganda Malaysia unggulan ketujuh, Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan, yang menang 21-15 21-12 atas pasangan China Chai Biao/Zhang Nan. Sedangkan Alvent/Hendra AG bertemu ganda Denmark, Boe/Mogensen.

Pada hari ini, masih ada dua wakil Indonesia yang tampil di nomor ganda putri, yakni unggulan keempat Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari dan unggulan keenam Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii. Shendy/Meiliana bertemu pasangan Jepang Shizuka Matsuo/Mami Naito, dan Nitya/Greysia bertemu pasangan Bulgaria/Rusia, Petya Nedelcheva/Anastasia Russkikh.

Firdasari Anti-klimaks, Gagal ke Perempat Final




Kamis, 24 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Adriyanti Firdasari gagal melanjutkan kiprahnya di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2008. Satu-satunya tunggal putri Indonesia yang tampil di babak kedua turnamen tersebut tersingkir karena kalah 21-15 19-21 25-25 dari pemain Jerman Nicole Grether dalam duel selama 1 jam 5 menit.

Penampilan Firdasari pada duel Kamis (24/9) ini tampaknya menjadi anti-klimaks. Padahal sehari sebelumnya, dia menghadirkan kejutan yang sangat menghentak karena berhasil menyingkirkan pemain nomor satu dunia asal Hongkong, Zhou Mi, juga dalam pertarungan ketat selama tiga set.

Dengan kegagalan Firdasari ini, maka pupuslah harapan Indonesia untuk meraih prestasi di nomor tunggal putri, karena semua wakilnya telah tersingkir. Maria Kristin Yulianti yang pertama terlempar dari turnamen ini karena di babak pertama dia menyerah dua set langsung dari pemain muda China, Wang Xin--Wang Xin masih bertahan dan maju ke perempat final setelah menang 15-21 21-15 21-14 atas unggulan ketiga dari Denmark, Tine Rasmussen.

Berbekal kemenangan atas Zhou Mi, Firdasari tampil cukup percaya diri menghadapi Grether. Meskipun sering tertinggal dalam pengumpulan poin, Firdasari bisa mengejar dan malah balik memimpin pertandingan di set pertama. Selepas skor 14-14, Firdasari melaju sampai menang 21-15.

Di set kedua, Grether bermain lebih agresif untuk mengejar ketinggalannya sehingga dia sempat memimpin dengan selisih poin yang cukup jauh, yaitu 12-7. Tetapi Firdasari kembali mengejar dan mampu menyamakannya menjadi 18-18. Sayang, memasuki poin kritis Firdasari justru kehilangan angka sehingga Grether yang menang dengan 21-19, sekaligus memaksa rubber game.

Pada set penentuan, pertarungan berlangsung sangat ketat, meskipun Grether yang hampir selalu memimpin. Firdasari memiliki satu kesempatan berada di depan ketika unggul 11-7. Namun dia tak bisa mempertahankan momentum tersebut, sehingga Grether bisa mengejar dan balik memimpin sampai 19-16.

Dalam keadaan tertekan, Firdasari bisa bangkit dan mengejar untuk menyamakan poin menjadi 19-19, sebelum dilanjutkan dengan deuce. Di sinilah akhir perjuangan Firdasari, karena dia akhirnya gagal setelah Grether bisa menambah dua poin untuk menang 27-25 dan maju ke perempat final.

Di babak delapan besar, Grether akan bertemu dengan pemain China Wang Yi Han. Unggulan keempat tersebut lolos setelah menang 21-9 21-14 atas pemain Bulgaria Petya Nedelcheva

Nova/Liliyana Lolos, Hendra AG/Vita Bikin Kejutan




Kamis, 24 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Ganda campuran nomor satu Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir maju ke perempat final turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Dalam laga perdananya, Kamis (24/9), Nova/Liliyana yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga menang straight set 21-7 21-8 atas pemain tuan rumah Takeshi Kamura/Koharu Yonemoto.

Peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini masih terlalu tangguh bagi pasangan tuan rumah. Dalam laga berdurasi 21 menit itu, mereka nyaris tak mendapat perlawan berarti karena terlalu mudah mengumpulkan poin.

Pada set pertama, Nova/Liliyana langsung unggul 4-0, sebelum pasangan Jepang mengejar dan menyamakannya. Namun, sampai di sini saja usaha maksimal Kamura/Yonemoto karena setelah itu Nova/Liliyana melaju dengan sangat cepat untuk menang 21-17.

Di set kedua, Nova/Liliyana benar-benar tak terbendung. Sempat tertinggal 0-2, mantan pasangan nomor satu dunia ini mengamuk dan mengumpulkan 15 poin secara beruntun untuk unggul 15-2, sampai akhirnya menang 21-8 dan maju ke perempat final.

Di babak delapan besar, Jumat (25/9), Nova/Liliyana akan bertemu Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun. Pasangan Korea Selatan tersebut lolos setelah menang 19-21 21-10 21-18 atas pasangan Thailand Sudket Prapakamol/Saralee Thungthongkam.

Hendra AG/Vita bikin kejutan

Pada pertandingan lain, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa membuat kejutan karena mereka menyingkirkan unggulan kedua dari China, Zheng Bo/Ma Jin. Dalam duel selama 49 menit itu, Hendra AG/Vita yang pernah menghuni Pelatnas Cipayung itu menang 11-21 21-9 21-17 atas pasangan juara Indonesia Terbuka Super Series bulan Juni lalu tersebut.

Dengan demikian, Vita terus memelihara asanya untuk mempertahankan gelar tersebut. Tahun lalu, Vita menjadi juara Jepang Terbuka Super Series, ketika masih berada di pelatnas dan berpasangan dengan Muhammad Rijal.

Namun, di perempat final Hendra AG/Vita akan mendapat lawan yang berat lagi karena mereka bertemu unggulan kelima asal Denmark yang menjadi jawara di Kejuaraan Dunia 2009, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl. Pasangan yang mengalahkan Nova/Liliyana di final Kejuaraan Dunia tersebut lolos setelah menang 21-13 21-23 21-13 atas pasangan gado-gado Indonesia/Rusia, Candra Wijaya/Anastasia Russkikh.

Selain Nova/Liliyana dan Hendra AG/Vita, masih ada satu ganda campuran Indonesia yang menembus perempat final, yaitu Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita. Pasangan pelatnas ini mendapat tiket gratis ke babak delapan besar karena menang WO atas unggulan utama dari Korea Selatan, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung.

Di perempat final, Devin/Lita bertemu pemain Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Pasangan unggulan keenam ini lolos setelah menang 21-17 21-8 atas pasangan Korea Selatan, Shin Baek Cheol/Jang Ye Na.

Kejutan Lagi! Giliran Simon Singkirkan Chong Wei




Kamis, 24 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Kejutan besar kembali dibuat pemain Indonesia. Kali ini giliran Simon Santoso yang melakukannya, setelah dia menyingkirkan pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei, di babak kedua turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series, Kamis (24/9).

Dalam pertandingan yang menghabiskan waktu 1 jam 8 menit itu, Simon menang 19-21 21-15 21-19. Alhasil, tunggal nomor dua Pelatnas Cipayung ini pun maju ke babak perempat final.

Kejutan Simon ini melanjutkan apa yang dibuat Adriyanti Firdasari di babak pertama kemarin. Tunggal putri Indonesia tersebut lolos setelah menyingkirkan pemain nomor satu dunia asal Hongkong, Zhou Mi, juga dalam pertarungan tiga set.

Sayang, di babak delapan besar, Jumat (25/9), Simon sudah harus bertemu dengan Sony Dwi Kuncoro. Duel sesama pemain pelatnas ini terjadi setelah Sony yang merupakan unggulan kelima menang 21-19 15-21 21-14 atas pemain China, Chen Long.

Meskipun demikian, "perang saudara" itu justru memastikan bahwa Indonesia menempatkan satu wakilnya di semifinal nomor tunggal putra.

Selain Simon dan Sony, Taufik Hidayat juga meraih kesuksesan. Mantan pemain pelatnas ini menang straight set 21-17 21-18 atas pemain Inggris, Andrew Smith. Selanjutnya, Taufik yang menjadi unggulan keempat akan bertemu pemain veteran Korea Selatan, Park Sung Hwan. Unggulan keenam ini lolos setelah menang 21-10 19-21 21-4 atas pemain tuan rumah Kenichi Tago.

Simon bangkit

Simon yang tidak diunggulkan dalam turnamen ini, mengawali pertandingan dengan buruk. Pasalnya, setelah skor 1-1, dia jauh tertinggal dari pemain andalan Malaysia tersebut, yang sempat unggul 10-2 hingga 19-10. Meskipun sempat mengejar, sampai angka 17, Simon gagal menyamai poin Chong Wei yang kemudian mengakhiri set pertama dengan 21-19.

Di set kedua, Simon mampu bangkit. Malah kali ini dia yang menguasai jalannya pertandingan karena selalu memimpin perolehan poin setelah skor 4-4. Jarak terjauh yang dibuat Simon adalah ketika memimpin 18-11, sebelum dia menyudahinya dengan skor 21-15 dan memaksa rubber set.

Pada game penentuan untuk lolos ke perempat final, Simon bermain sangat agresif. Dia langsung memimpin 7-1, dan terus menjaga jarak tersebut sampai skor 17-12. Di sini, perolehan poin Simon terhenti lama sehingga Chong Wei bisa mengejar dan balik memimpin 18-17.

Meskipun demikian, Simon berusaha tenang dan terus menekan Chong Wei yang pekan lalu ditaklukkan Lin Dan di semifinal China Masters. Alhasil, dia mampu mengejar dan balik memimpin sampai meraih kemenangan 21-19, sekaligus memastikan diri ke perempat final.

Dengan demikian, ini untuk kedua kalinya berturut-turut Chong Wei dikalahkan pemain Indonesia. Sebelumnya, juara Indonesia Terbuka Super Series itu juga disingkirkan Sony Dwi Kuncoro di perempat final Kejuaraan Dunia di India, bulan Agustus

"Perang Saudara" tak Terelakkan




Rabu, 23 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Pertarungan antara sesama pemain Indonesia di babak kedua Jepang Terbuka Super Series 2009, Kamis (24/9), tak terelakkan. Ada dua partai di nomor ganda putra yang akan mempertemukan para pemain dari Tanah Air, untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

"Perang saudara" itu bakal terjadi ketika dua pasangan dari Pelatnas Cipayung, Mohammad Ahsan/Bona Septano bertemu Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan. Kemudian, ganda putra nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan, ditantang pasangan gado-gado Amerika Serikat/Indonesia, Halim Haryanto Ho/Flandy Limpele.

Ahsan/Bona lolos ke babak kedua setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah Rei Sato/Shu Wada dengan straight set 21-19 21-13. Sementara itu, Yonathan/Rian mendapat tiket gratis ke babak 16 besar ini, karena pasangan Korea yang merupakan unggulan ketiga, Jun Jae Sung/Lee Yong Dae, mengundurkan diri.

Di nomor ganda putra ini, Indonesia meloloskan total lima pasangan. Selain Kido/Hendra, Halim/Flandy, Ahsan/Bona dan Yonathan/Rian, masih ada dua pasangan bekas pelatnas, yaitu Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi serta unggulan delapan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan.

Luluk/Joko lolos setelah mengalahkan kompatriotnya yang merupakan pasangan kakak-beradik, Candra Wijaya/Rendra Wijaya, dengan 20-22 21-17 21-9. Sementara itu Alvent/Hendra AG dengan mudah menyingkirkan pasangan tuan rumah Yoshiteru Hirobe/Hajime Komiyama 21-15 21-15.

Sedangkan di sektor ganda campuran, Indonesia menempatkan empat wakil. Nova Widianto/Liliyana Natsir yang langsung tampil di babak kedua, akan bertemu pemain Jepang Takeshi Kamura/Koharu Yonemoto, kemudian Candra Wijaya (Indonesia)/Anastasia Russkikh (Rusia) menantang pasangan Denmark peraih gelar Kejuaraan Dunia 2009, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (unggulan 5).

Dua pasangan yang lain adalah Vita Marissa/Hendra AG dan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita. Vita yang tahun lalu menjadi juara di turnamen ini--waktu itu berpasangan dengan Muhammad Rijal--, bersama Hendra AG bakal menghadapi tembok kokoh China, karena melawan unggulan kedua yang merupakan juara Indonesia Terbuka Super Series, Zheng Bo/Ma Jin.

Sementara itu, Devin/Lita mendapat tiket perempat final dengan cuma-cuma. Tanpa mengeluarkan keringat, pasangan pelatnas ini lolos ke babak delapan besar, karena calon lawan mereka asal Korea yang merupakan unggulan utama, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, mundur.

Dari nomor ganda putri, dua pasangan Indonesia langsung tampil di babak kedua, yaitu unggulan keempat Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari, dan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang merupakan unggulan keenam.

Nitya/Greysia akan menghadapi Petya Nedelcheva/Anastasia Russkikh setelah pasangan campuran Bulgaria/Rusia ini menang 21-16 21-14 atas pasangan Korea Jang Ye Na/Kim Mi Young. Sedangkan Shendy/Meiliana bertemu pasangan Jepang Shizuka Matsuo/Mami Naito, yang mengalahkan pasangan Singapura Shinta Mulia Sari/Yao Lei dengan 21-13 24-22.

Empat wakil tampil di nomor tunggal

Dari sektor tunggal, Indonesia hanya meloloskan empat wakilnya, terdiri dari tiga tunggal putra dan satu tunggal putri. Dua pemain telah tersingkir, yaitu Ahmad Rivai dan Maria Kristin Yulianti.

Ahmad yang maju ke babak utama setelah lolos dari babak kualifikasi, tak mampu melewati adangan pemain China, Chen Long. Sementara itu, Maria Kristin yang diharapkan bisa melangkah lebih jauh lagi, justru tak berdaya menghadapi pemain muda China, Wang Xin, dengan dua set langsung.

Hal sebaliknya terjadi pada Adriyanti Firdasari. Di luar dugaan, Firdasari membuat kejutan yang mencengangkan, karena dia berhasil menyingkirkan pemain nomor satu dunia, Zhou Mi, dalam duel selama tiga set. Selanjutnya, Firdasari akan berjumpa dengan pemain Jerman Nicole Grether.

Sementara itu, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat dan Simon Santoso, melewati babak pertama dengan kemenangan yang mudah. Mereka bertiga hanya perlu bermain dua set untuk menaklukkan musuh-musuhnya.

Namun di babak kedua nanti, lawan berat sudah menanti. Sony dan Taufik mungkin masih menjadi favorit untuk melangkah ke perempat final, karena mereka melawan pemain non-unggulan. Sony bertemu Chen Long dan Taufik menghadapi pemain Inggris, Andrew Smith.

Akan tetapi, Simon sudah harus menghadapi jalan yang terjal. Tunggal nomor dua di pelatnas tersebut bakal menghadapi pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei. Walaupun demikian, kejutan bisa saja terjadi seperti ketika Firdasari mengalahkan Zhou Mi.

- Jadwal babak kedua Jepang Super Series 2009, Kamis (24/9)--khusus pemain Indonesia

Tunggal putra
(1) Lee Chong Wei (Malaysia) vs Simon Santoso
(5) Sony Dwi Kuncoro vs Chen Long (China)
(4) Taufik Hidayat vs Andrew Smith (Inggris)

Tunggal putri
Adriyanti Firdasari vs Nicole Grether (Jerman)

Ganda putra
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan vs Halim Haryanto Ho (Amerika Serikat)/Flandy Limpele (Indonesia)
(4) Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark) vs Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi
(8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan vs Ko Sung Hyun/Kwon Yi Goo (Korea)
Mohammad Ahsan/Bona Septano vs Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan

Ganda putri
(6) Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii vs Petya Nedelcheva (Bulgaria)/Anastasia Russkikh (Rusia)
Shizuka Matsuo/Mami Naito (Jepang) vs (4) Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari

Ganda campuran
Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita vs (1) Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea)--menang WO
(3) Nova Widianto/Liliyana Natsir vs Takeshi Kamura/Koharu Yonemoto (Jepang)
Candra Wijaya (Indonesia)/Anastasia Russkikh (Rusia) vs (5) Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark)
Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa vs (2) Zheng Bo/Ma Jin (China)

Awal yang Bagus untuk Kido/Hendra




Rabu, 23 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Ganda putra nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan mengawali perjalanannya di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009 dengan hasil yang bagus. Meskipun harus bermain tiga set selama 53 menit, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu akhirnya lolos setelah menaklukkan pasangan Korea Selatan, Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong, dengan 21-17 23-25 21-16, Rabu (23/9).

Sukses juga diraih Halim Haryanto Ho/Flandy Limpele. Pasangan gado-gado Amerika Serikat/Indonesia ini menang 14-21 21-11 21-15 atas ganda putra China Sun Junjie/Tao Jiaming.

Namun di babak kedua, Kamis (24/9), dua pasangan ini harus saling "membunuh". Mereka bertarung untuk memperebutkan tiket menuju babak delapan besar.

Kido/Hendra mendapat perlawanan sengit dari pasangan Korea tersebut karena di set pertama mereka saling kejar-mengejar angka hingga kedudukan 17-17. Namun, setelah itu Kido/Hendra yang baru tampil lagi di turnamen bergengsi pasca-cedera yang membekap Kido bisa menambah empat angka secara beruntun untuk menang 21-17.

Di set kedua, situasi tak banyak berubah meskipun Kido/Hendra lebih sering tertinggal dalam pengumpulan poin. Namun, setelah mereka bisa menyusul untuk menyamakannya menjadi 17-17, persaingan ketat pun terjadi sampai deuce yang dimenangkan pasangan Korea dengan 25-23, sekaligus memaksa rubber set.

Pada game penentuan, Kido/Hendra yang menguasai jalannya pertandingan. Unggulan pertama ini mulai tak terkejar lagi setelah skor 9-9, dengan selisih terjauh adalah 15-10 sampai mereka memenangkannya dengan 21-16.

Sementara itu, Halim/Flandy mampu bangkit dari keterpurukannya di set pertama sehingga mereka meraih kemenangan di dua set terakhir atas pasangan China, Sun Junjie/Tao Jiaming.

Di game pertama, Halim/Flandy kalah dengan cukup mudah karena mereka tak pernah mampu memimpin perolehan angka. Pencapaian terbaik adalah ketika menyamakannya menjadi 10-10, sebelum pasangan China menambah tujuh poin secara beruntun untuk unggul 17-10 dan kemudian menang 21-14.

Namun, di set kedua giliran Halim/Flandy yang mengamuk. Mereka langsung melejit dan unggul 10-2, dan terus melebarkan jaraknya sampai meraih kemenangan 21-11 sehingga pertarungan dilanjutkan dengan set ketiga sebagai penentu siapa yang berhak ke babak kedua.

Di set terakhir ini, Halim/Flandy mampu mempertahankan momen kemenangan di set sebelumnya. Mereka mengontrol jalannya pertandingan sehingga bisa unggul jauh atas pasangan China tersebut untuk meraih kemenangan 21-15.

Sayang, Maria Kristin Langsung Tersingkir




Rabu, 23 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Maria Kristin Yulianti gagal mengikuti jejak Adriyanti Firdasari. Tunggal putri andalan Indonesia itu langsung tersingkir di babak pertama karena ditaklukkan pemain muda China yang lolos dari babak kualifikasi, Wang Xin, dengan straight set 21-14 21-17, Rabu (23/9).

Dengan demikian, Indonesia tinggal berharap kepada Firdasari yang membuat kejutan dengan menaklukkan pemain nomor satu dunia, Zhou Mi. Pasalnya, di kejuaraan ini hanya dua pemain tunggal putri yang dikirim.

Pada set pertama, Maria sama sekali tak berdaya sehingga peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 ini selalu tertinggal dalam pengumpulan poin. Alhasil, Wang Xin dengan cukup mudah meraih kemenangan dengan 21-14.

Tak ingin seperti di awal pertandingan, pada set kedua Maria berusaha bangkit. Namun, lagi-lagi Wang Xin yang memiliki reputasi sangat bagus karena pernah menyingkirkan pemain-pemain top dunia ini kembali mendominasi. Selepas mengejar ketinggalan 2-4, dia terus memimpin hingga akhirnya menang 21-17.

Hasil ini semakin menegaskan bahwa Wang Xin merupakan "pembunuh raksasa". Dalam catatan kariernya, dia pernah menaklukkan pemain-pemain top seperti Tine Rasmussen dan Pi Hongyan.

Bahkan di Malaysia Grand Prix, dia menaklukkan juara Indonesia Terbuka Super Series Saina Nehwal (India) dengan skor telak. Wang Xin juga memiliki mental juara karena tahun ini dia telah mendapat gelar di Filipina Grand Prix setelah di final kejuaraan kelas dua tersebut (di bawah Super Series) mengalahkan Zhou Mi.

Di babak kedua, Kamis (24/9), Wang Xin kembali akan bertemu Rasmussen. Unggulan ketiga asal Denmark ini lolos setelah menang straight set 21-14 21-10 atas pemain Jerman, Juliane Schenk.

Ini bakal menjadi partai revans bagi Rasmessen, ataukah Wang Xin kembali jadi penjegal? Kita tunggu saja.

Dramatis! Firdasari Singkirkan Unggulan Utama




Rabu, 23 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com - Adriyanti Firdasari meraih kemenangan dramatis atas pemain nomor satu dunia Zhou Mi. Dalam drama 56 menit di babak pertama turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009, Rabu (23/9), Firdasari menang 21-17 18-21 21-18.

Firdasari menunjukkan perjuangan yang sangat gigih, karena pada set ketiga dia mampu mengejar ketinggalannya yang cukup jauh, hingga akhirnya menjadi pemenang. Ya, selepas skor 5-5, Firdasari tampaknya bakal tersingkir karena Zhou Mi sudah unggul 13-6.

Namun tunggal nomor dua di Pelatnas Cipayung ini tak menyerah. Dia menunjukkan perjuangan yang gigih sehingga secara perlahan bisa menyusul perolehan poin Zhou Mi dan menyamakannya menjadi 16-16.

Inilah titik balik kesuksesan Firdasari, karena dia bisa mengambil alih kendali permainan. Setelah unggul 19-17, Firdasari hanya kehilangan satu poin lagi karena dia bisa menambah dua poin secara beruntun untuk menyudahi set ketiga itu dengan skor 21-18.

Kemenangan ini menjadi suatu kejutan dan semoga Firdasari bisa mempertahankan momentumnya tersebut untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.

Di babak kedua, Kamis (24/9), Firdasari akan menghadapi Nicole Grether. Pemain Jerman ini lolos setelah menyingkirkan pemain Jepang, Megumi Taruno, dengan straight set 21-19 21-12.

Masih ada satu wakil Indonesia yang akan tampil di nomor tunggal putri, yaitu Maria Kristin Yulianti. Dia akan ditantang pemain muda China Wang Xin.

Meskipun belum terlalu terkenal dan harus melewati babak kualifikasi, Wang Xin tetap berpotensi membuat kejutan. Pasalnya, Wang Xin sudah pernah mengalahkan pemain-pemain top seperti Tine Rasmussen dan Pi Hongyan.

Bahkan di Malaysia Grand Prix, dia menaklukkan juara Indonesia Terbuka Super Series Saina Nehwal (India) dengan skor telak. Wang Xin juga memiliki mental juara, karena tahun ini dia telah mendapat gelar di Filipina Grand Prix setelah di final kejuaraan kelas dua tersebut (di bawah Super Series), mengalahkan Zhou Mi

Simon Lolos, Langsung Bertemu Chong Wei




Rabu, 23 September 2009
TOKYO, KOMPAS.com — Sebanyak tiga tunggal putra andalan Indonesia melewati adangan pertama di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso menang straight set atas lawan-lawan mereka, Rabu (23/9).

Taufik yang menempati unggulan keempat menang 21-9 21-18 atas pemain Hongkong, Chan Yan Kit; Sony yang berstatus juara bertahan menyingkirkan pemain Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk, 21-14 21-16; dan Simon menaklukkan pemain Taiwan, Yu Hsing Hsieh.

Kemenangan juga diraih unggulan utama asal Malaysia, Lee Chong Wei. Pemain nomor satu dunia tersebut menang dengan skor cukup mencolok atas pemain veteran Thailand, Boonsak Ponsana, yang merupakan finalis China Masters pekan lalu, dengan 21-9 21-15.

Dengan demikian, Chong Wei dipastikan akan bertemu Simon di babak kedua, Kamis (24/9), sedangkan Sony ditantang pemain China, Chen Long, yang lolos setelah menyingkirkan pemain kualifikasi asal Indonesia, Ahmad Rivai, dengan 21-17 21-13. Sementara itu, Taufik akan bertemu pemain Inggris, Andrew Smith, yang lebih dulu menyingkirkan pemain Malaysia, Pei Wee Chung, dengan 21-13 21-14.

Tiga ganda campuran juga sukses

Di hari pertama kejuaraan ini, tiga ganda campuran Indonesia juga meraih kesuksesan. Pasangan Pelatnas Cipayung, Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, menang 21-12 21-14 atas pemain Korea Selatan, Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung.

Dan, dengan kemenangan ini Devin/Lita meraih keuntungan besar karena mereka langsung lolos ke perempat final. Calon lawannya di babak 16 besar, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea), yang merupakan unggulan pertama, mundur sehingga Devin/Lita menang WO.

Vita Marissa juga masih memelihara peluangnya untuk mempertahankan gelarnya di turnamen ini meskipun kali ini dia berpasangan dengan Hendra Aprida Gunawan—tahun lalu Vita jadi juara ketika berpasangan dengan Muhammad Rijal. Pasangan yang pernah bernaung di bawah atap Pelatnas Cipayung tersebut menang 21-9 21-13 atas pemain tuan rumah Ryota Taohata/Ayaka Takahashi.

Kemenangan juga diraih Candra Wijaya/Anastasia Russkikh. Pasangan gado-gado Indonesia/Rusia tersebut menyingkirkan pemain Taiwan, Lin Yu Lang/Cheng Shao Chieh, dengan 21-15 21-16.

Berbeda dengan Devin/Lita yang mendapat tiket perempat final dengan cuma-cuma, di babak 16 besar nanti Vita/Hendra AG dan Candra/Anastasia bakal menghadapi lawan yang sangat berat.

Vita/Hendra harus menghadapi unggulan kedua dari China, Zheng Bo/Ma Jin, setelah juara Indonesia Terbuka Super Series tersebut mendapat bye. Sementara itu, Candra/Anastasia bertemu unggulan lima dari Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, setelah peraih gelar Kejuaraan Dunia 2009 tersebut menyingkirkan ganda campuran Taiwan, Chen Hung Ling/Chou Chia Chi, dengan 21-13 17-21 21-15.

Di babak 16 nanti, akan tampil juga ganda campuran nomor satu Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga. Peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 tersebut ditantang pasangan Jepang, Takeshi Kamura/Koharu Yonemoto.

Taufik Lewati Rintangan Pertama



Taufik Hidayat/Rabu, 23 September 2009

TOKYO, KOMPAS.com — Pebulu tangkis veteran Indonesia, Taufik Hidayat, melewati rintangan pertama turnamen Jepang Terbuka Super Series dengan menyingkirkan pemain Hongkong, Chan Yan Kit, Rabu (23/9).

Taufik yang diunggulkan di tempat keempat dalam turnamen ini menang mudah dalam dua game 21-9 21-18. Menghadapi Yan Kit, Taufik tidak menemui kesulitan berarti dan menang dalam 33 menit.

Di babak kedua, Taufik yang kini sudah tidak lagi menghuni Pelatnas Cipayung dan menjadi pemain profesional penuh akan menghadapi Andrew Smith. Pemain urakan asal Inggris ini maju ke babak kedua dengan menyingkirkan pemain Malaysia, Pei Wee Chung 21-13 21-14.

Turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series akan berlangsung hingga Minggu (27/9). Dalam turnamen ini Indonesia menyertakan para pemain terbaik termasuk Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan ganda Markis Kido/Hendra Setiawan.

Perjalanan Chong Wei Bakal Sulit Lee Chong Wei




TOKYO, KOMPAS.com - Pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei, bakal melewati jalan yang terjal di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009. Pasalnya, unggulan pertama ini sudah harus bertemu lawan berat sejak babak pertama.

Berdasarkan hasil undian, Chong Wei yang menjadi juara di turnamen ini pada tahun 2007 langsung bertemu pemain veteran Thailand Boonsak Ponsana pada Rabu (23/9). Meskipun Chong Wei difavoritkan untuk menang, tetapi Boonsak telah menunjukkan performa yang cukup menjanjikan setelah akhir pekan lalu maju ke final China Masters, sebelum ditaklukkan jagoan tuan rumah, Lin Dan.

Jika berhasil melewati adangan Boonsak, selanjutnya Chong Wei bertemu pemenang duel antara pemain Taiwan Hsieh Yu-hsing atau pemain Indonesia Simon Santoso. Kemudian di babak ketiga, Chong Wei kembali bertemu sang juara bertahan Sony Dwi Kuncoro, yang mengalahkannya di perempat final Kejuaraan Dunia bulan Agustus lalu.

Jalur yang sama juga akan dilewati oleh peraih medali emas Olimpiade Athena Taufik Hidayat dan juara Asia 2008 asal Korea, Park Sung-Hwan. Jika tak ada aral melintang, maka unggulan keempat asal Indonesia tersebut atau Sung-Hwan, bakal menjadi calon lawan Chong Wei di semifinal.

Sementara itu di jalur yang lainnya, peluang pemain Denmark, Peter Gade, menuju final terbuka lebar. Perjalanan juara Jepang Terbuka 1998 dan 1999 ini ditengarai bakal mulus, menyusul pengunduran diri pemain nomor dua dunia asal China, Chen Jin.

Meskipun demikian, unggulan ketiga tersebut harus lebih dulu melewati adangan beberapa pemain yang memiliki potensi mengalahkannya, yaitu jagoan Vietnam Tien Mihn Nguyen, kompatriotnya Joachim Persson, atau jagoan tuan rumah Sho Sasaki.

Di sektor tunggal putri, Zhou Mi yang merupakan unggulan pertama ditantang pemain Indonesia Adriyanti Firdasari. Peluang pemain Hongkong tersebut untuk lolos ke babak kedua sangat besar.

Namun perjalanan juara Super Series Masters tahun lalu ini juga bakal menemui tantangan berat. Jika tak ada kejutan besar, maka dalam perjalanan sebelum sampai final dia harus berhadapan dengan unggulan keempat asal China, Wang Yihan. Ini tentu saja sangat sulit, karena Wang Yihan punya ambisi mempertahankan gelar yang dia raih tahun lalu--merupakan gelar bergengsi pertama Wang Yihan pada tahun 2008.

Sedangkan pada jalur lainnya, unggulan kedua asal China Wang Lin, sudah harus bertemu lawan sulit di babak kedua. Pasalnya dia kemungkinan besar bertemu kompatriotnya yang merupakan juara Asia, Zhu Lin. Jika lolos, finalis China Masters akhir pekan lalu ini kembali diadang jagoan Perancis yang merupakan unggulan ketujuh, Pi Hongyan.

Di jalur ini juga hadir juara 2007 asal Denmark, Tine Rasmussen. Tetapi sebelumnya, unggulan ketiga ini harus lebih dulu berhadapan dengan pemain India yang bulan Juni lalu menjadi juara Indonesia Terbuka Super Series, Saina Nehwal.

Babak utama Jepang Terbuka Super Series mulai bergulir Rabu (23/9). Turnamen ini akan berakhir pada 27 September mendatang

Firdasari Langsung Bertemu Unggulan Utama


Jepang Terbuka Super Series 2009


TOKYO, KOMPAS.com — Sebagian besar pemain Indonesia akan mengawali perjuangan mereka di turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka Super Series 2009, Rabu (23/9). Lawan-lawan berat telah menanti karena di babak pertama para penggawa Tanah Air itu sudah bertemu pemain-pemain yang berpotensi menjegalnya.

Di sektor tunggal putri, Adriyanti Firdasari sudah harus bertemu dengan pemain nomor satu dunia asal Hongkong, Zhou Mi. Maria Kristin pun demikian, karena peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut akan bertemu pemain China Wang Xin.

Memang, Wang Xin harus lebih dulu melewati babak kualifikasi. Tetapi pemain muda ini memiliki reputasi yang sangat membanggakan, karena dia pernah mengalahkan Tine Rasmussen dan Pi Hongyan.

Bahkan di Malaysia Grand Prix, dia menaklukkan juara Indonesia Terbuka Super Series Saina Nehwal (India) dengan skor telak. Wang Xin juga memiliki mental juara, karena terbukti tahun ini dia telah mendapat gelar di Filipina Grand Prix setelah di final kejuaraan kelas dua tersebut (di bawah Super Series), mengalahkan Zhou Mi.

Untuk Jepang Terbuka kali ini, Indonesia hanya mengirim dua pemain untuk nomor tunggal putri. Harapan terbesar tentu saja dibebankan kepada Maria Kristin, meskipun kejutan juga bisa dibuat oleh Firdasari.

Di sektor tunggal putra, hanya Sony Dwi Kuncoro yang mendapat lawan cukup mudah. Unggulan kelima yang berstatus juara bertahan ini akan ditantang pemain Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk.

Sementara tiga rekannya yang lain, yaitu Taufik Hidayat, Simon Santoso, dan pemain yang lolos lewat babak kualifikasi Ahmad Rivai, mendapat lawan yang lebih berat. Taufik yang menjadi unggulan keempat ditantang pemain Hongkong, Chan Yan Kit, Simon bertemu pemain Taiwan Yu Hsing Hsieh, sedangkan Ahmad yang lebih dulu menyingkirkan pemain Jepang Shu Wada di babak kualifikasi, Selasa (22/9), bertemu pemain China, Chen Long.

"Rezeki nomplok" diperoleh pasangan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan karena mereka lolos ke babak 16 besar tanpa harus bertanding. Padahal, lawan yang seharusnya dihadapi di babak pertama ini sangat berat, yaitu unggulan ketiga asal Korea Selatan, Jun Jae Sung/Lee Yong Dae. Juara Indonesia Terbuka Super Series ini mundur karena Jun Jae Sung berhalangan.

Ganda putra nomor satu dunia Markis Kido/Hendra Setiawan bertemu pasangan Korea, Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong. Ini akan menjadi laga pertama peraih medali emas Olimpiade Beijing tersebut, setelah mereka istirahat cukup lama menyusul cedera yang dialami Markis Kido.

Di nomor ganda putra ini juga akan diwarnai "perang saudara" karena Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi sudah harus bertemu pasangan kakak-beradik, Candra Wijaya/Rendra Wijaya. Partai lainnya adalah Halim Haryanto Ho (AS)/Flandy Limpele (Indonesia) versus Sun Junjie/Tao Jiaming (China), (8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan versus Yoshiteru Hirobe/Hajime Komiyama (Jepang), dan Mohammad Ahsan/Bona Septano versus Rei Sato/Shu Wada (Jepang).

Sementara itu, di sektor ganda campuran ada tiga pasangan Indonesia yang akan tampil. Pasangan Pelatnas Cipayung Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita akan bertemu pasangan Korea, Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung. Kemudian, Candra Wijaya yang berpasangan dengan pemain Rusia, Anastasia Russkikh, bertemu pemain Taiwan, Lin Yu Lang/Cheng Shao Chieh.

Vita Marissa akan mencoba mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu, ketika masih berada di pelatnas dan berpasangan dengan Muhammad Rijal. Namun, kali ini dia bersama Hendra ApridaGunawan, akan mencoba peruntungan tersebut dan mereka akan mengawali perjuangannya dengan melawan pemain Jepang, Ryota Taohata/Ayaka Takahashi.

Nova/Liliyana langsung ke babak 16 besar

Jika ada sebagian besar pemain Indonesia yang harus berjuang di babak pertama, ada juga yang langsung lolos ke babak kedua dan baru akan bertanding pada hari Kamis. Tiga pasangan Indonesia yang mendapat tiket itu adalah Nova Widianto/Liliyana Natsir, serta dua ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (unggulan 6) dan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (4).

Tiket serupa juga diperoleh ganda putra Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan meskipun mereka seharusnya lebih dulu bertarung di babak pertama. Pasangan ini lolos dengan cuma-cuma karena pasangan Korea, Jun Jae Sung/Lee Yong Dae, mundur.

Jadwal Jepang Terbuka Super Series 2009, Rabu (23/9)—khusus pemain Indonesia

- Tunggal putra
Yu Hsing Hsieh (Taiwan) vs Simon Santoso
(5) Soni Dwi Kuncoro vs Tanongsak Saensomboonsuk (Thailand)
(4) Taufik Hidayat vs Chan Yan Kit (Hongkong)
Ahmad Rivai vs Chen Long (China)

- Tunggal putri
(1) Zhou Mi (Hongkong) vs Adriyanti Firdasari
Maria Kristin Yulianti vs Wang Xin (China)

- Ganda putra
(1) Markis Kido/Hendra Setiawan vs Cho Gun Woo/Yoo Yeon Seong (Korsel)
Halim Haryanto Ho (AS)/Flandy Limpele (Indonesia) vs Sun Junjie/Tao Jiaming (China)
Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi vs Candra Wijaya/Rendra Wijaya
(8) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan vs Yoshiteru Hirobe/Hajime Komiyama (Jepang)
Mohammad Ahsan/Bona Septano vs Rei Sato/Shu Wada (Jepang)
Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan vs (3) Jun Jae Sung/Lee Yong Dae--menang WO

- Ganda campuran
Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita vs Yoo Yeon Seong/Kim Min Jung (Korsel)
Lin Yu Lang/Cheng Shao Chieh (Taiwan) vs Candra Wijaya (Indonesia)/Anastasia Russkikh (Rusia)
Ryota Taohata/Ayaka Takahashi (Jepang) vs Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa

JAPAN OPEN - Undian Super Series Jepang, Berharap Berkah Lebaran




Pebulu tangkis Indonesia berangkat ke turnamen Super Series Jepang, 22-27 September, dalam suasana Idul Fitri. Terbersit harapan untuk membawa pulang gelar setelah sekian lama puasa juara.


Ganda putra terkuat Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, memendam keinginan kuat untuk meraih hasil terbaik. Selain lama tak turun di turnamen resmi, mereka juga sudah lama tak meraih gelar di turnamen level super series.

Hingga 2009 sudah mendekati akhir, baru satu gelar juara saja yang dipetik Kido/Hendra, yaitu Kejuaraan Asia. Hasil itu juga diraih ketika lawan-lawan berat dari Korea dan Cina absen. Terakhir mereka juara di SS Prancis, November 2008.

“Tahun ini memang banyak cobaan yang menghadang mereka. Berat memang, tapi saya berharap mereka bisa bangkit,” sebut Sigit Pamungkas, pelatih ganda putra.

Sejak Juni, usai mengikuti SS Indonesia, mereka tak lagi tampil di turnamen. Penyebabnya adalah kondisi Kido yang sempat terganggu tekanan darah yang naik. Padahal, dalam persiapan menuju ke Kejuaraan Dunia, Agustus, performa Kido/Hendra dinilai tengah mendekati penampilan terbaik.

"Sekarang persiapan sudah oke. Kami sudah cukup lama tidak ikut turnamen. Tentu saya ingin meraih gelar di Jepang,” ucap Kido.

“Satu hal yang masih mereka kejar adalah menemukan sentuhan dalam permainan. Kalau soal sudah lama tidak tampil di turnamen, rasanya tak terlalu berpengaruh untuk pemain sekelas Kido/Hendra,” ujar Sigit.

Saat ini peringkat dunia Kido/Hendra masih di posisi pertama. Namun, tanpa gelar besar peringkat tersebut rasanya hambar.

"Semangat sudah pasti. Kondisi kami sudah hampir mendekati yang terbaik," tutur Hendra.

Buat pasangan lain, M. Ahsan/Bona Septano dan Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama, Sigit juga menaruh harapan. “Saya minta mereka bisa menghilangkan beban karena bertemu dengan lawan kuat. Jangan sampai down lebih dulu sebelum bertanding karena sudah ditunggu lawan kuat. Kalaupun akhirnya kalah, akan dilihat lagi di mana kita tertinggal,” sebut Sigit.

Pada nomor tunggal putra, juara bertahan Sony Dwi Kuncoro juga berharap bisa mengulangi prestasinya. Setelah menikah, Sony kini mengaku lebih tenang.

"Setelah punya istri, yang jelas saya sekarang lebih tenang dan termotivasi. Tak ada pikiran lain yang mengganggu. Apa lagi yang mau saya cari selain prestasi?" kata Sony.

Pada 2009, di level super series baru Nova Widianto/Lilyana Natsir yang membawa pulang gelar dari SS Malaysia, Januari. Semoga Idul Fitri kali ini membawa berkah juara buat pemain Indonesia. (Erwin Fitriansyah)

Tunggal Puteri, Beban Berat

Tugas berat kembali dipikul nomor tunggal putri dalam turnamen Super Series Jepang, 22-27 September. Nomor ini diwakili Maria Kristin dan Adriyanti Firdasari.

Maria jika lolos dari babak kualifikasi mungkin akan menantang Tine Rasmussen (Denmark). Di pul ini juga bercokol juara dunia 2009, Lu Lan.

Sementara itu Firda langsung menemui jalan terjal karena bertemu unggulan pertama, Zhou Mi, di babak pertama meski ia sebetulnya memiliki celah. Zhou saat ini memang menjadi pemain peringkat satu dunia, tetapi di beberapa kesempatan pemain Cina yang kini membela Hong Kong itu justru sering mengalami kesulitan di babak pertama.

Pada SS Indonesia, Zhou langsung tumbang di tangan pemain muda Jepang, Sayaka Sato, di babak pertama. Saat bertanding di GP Makau, pemain pelapis pelatnas Lindaweni Fanetri juga memaksa Zhou bermain tiga gim.

"Sementara ini agak sulit bicara target. Kalau Firda bisa langsung panas, peluang menang cukup terbuka," ucap Marlev Mainaky, pelatih tunggal putri. (win)

-- Pemain Indonesia yang ke Jepang Open 2009 --

Tunggal Putra:

•Sony Dwi Kuncoro
•Simon Santoso
•Taufik Hidayat*
Tunggal Putri:

•Maria Kristin
•Adriyanti Firdasari
Ganda Putra:

•Markis Kido/Hendra Setiawan
•M. Ahsan/Bona Septano
•Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama
•Alvent Yulianto/Hendra Gunawan*
•Candra Wijaya/Rendra Wijaya*
•Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi*
Ganda Putri:

•Greysia Polii/Nitya Krishinda,
•Shendy Puspa/Meiliana Jauhari
Ganda Campuran:

•Nova Widianto/Lilyana Natsir
•Devin Lahardi/Lita Nurlita
•Hendra Gunawan/Vita Marissa*
•Candra Wijaya/Anastassia Russkikh* (INA/RUS)

Keterangan; * profesional

Hambatan Serius Maria & Firda



Senin, 14 September 2009

JAKARTA - Pelatnas bulu tangkis Cipayung mengirimkan full squad mengikuti Jepang Super Series 2009. Sayang, kekuatan terbaik Indonesia itu sepertinya hanya berdasarkan kuantitas saja.

Di tunggal putri misalnya, dua pemain terbaik Merah Putih Maria Kristian Yulianti dan Adrianti Firdasari diprediksi akan mengalami hasil serupa seperti tahun lalu. Firda kemungkinan akan langsung menyerah di babak pertama. Sedangkan Maria diprediksi tak akan tahan melangkah hingga babak perempat final.

Bukan meremehkan kerja keras keduanya setelah menjalani latihan di Cipayung belakangan ini, tapi keduanya memang akan mengalami hambatan serius berdasarkan drawing yang telah diputuskan BWF.

Firda dipastikan akan bekerja ekstra keras di babak pertama setelah dirinya akan menghadapi unggulan pertama asal Hong Kong Zhou Mi. Pertemuan itu membuat Firda semakin dekat kembali gagal melewati babak pertama seperti tahun lalu. Firda tahun lalu dikalahkan Maria.

Sedangkan Maria dijadwalkan masih menunggu lawan yang lolos melalui babak kualifikasi. Sayang, jika pun lolos ke babak kedua, Maria akan menemui hambatan serius karena kemungkinan besar akan bertemu unggulan ketiga asal Denmark Tine Rasmussen. Rasmussen diprediksi akan melaju ke babak kedua dengan catatan mengalahkan Juliane Schenk asal Jerman sebelumnya.

Pelatih Tunggal Putri Pelatnas Cipayung Marleve Mainaky tak terlalu menggubris masalah drawing itu. Dia optimistis dua pemain terbaiknya itu akan melakukan hal terbaik meski itu terbilang mustahil.

Sayang, Marleve tak mau berkomentar terlalu jauh mengenai itu. Apalagi, dia tengah dituntut untuk memberikan hasil terbaik di nomor tunggal putri di turnamen berhadiah total USD200.000 tersebut.

Sementara Kasubbid Pelatnas Cipayung Christian Hadinata menjelaskan, masih ada kemungkinan Maria dan Firda menepis keraguan itu. Tinggal bagaimana mereka menjalani instruksi pelatih di lapangan.

Dia pun memberi instruksi agar keduanya dapat bersaing di turnamen itu. "Jangan terpancing permainan lawan dan bermain dengan karakter sendiri. Konsentrasi jangan sampai pecah. Jika hal itu dilakukan, mungkin sudah cukup untuk memberikan perlawanan terbaik," ungkap Christian.
(Edi Yulianto/Koran SI/zwr)

Rintangan Besar Menghampiri Sony dkk

Minggu, 13 September 2009 - 20:53 wib


JAKARTA - Ujian berat akan dilalui pebulu tangkis Indonesia di turnamen Jepang Super Series 2009. Perjuangan mereka diprediksi tak akan sampai ke babak semifinal jika merujuk drawing yang diputuskan BWF.

Di nomor tunggal putra misalnya, tiga tumpuan Merah Putih melalui Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso (pelatnas Cipayung) dan Taufik Hidayat (nonpelatnas) akan mendapatkan tantangan begitu luar biasa sebelum mencapai tangga teratas.

Sony dipastikan langsung banting tulang mulai babak pertama ketika akan menghadapi tunggal putra Thailand Tanongsak Saensomboonsuk. Meski di atas kertas Sony masih lebih mumpuni ketimbang wakil negeri Gajah Putih itu, tapi Sony wajib waspada penuh mempertahankan prestasinya tahun lalu. Sony tahun lalu merebut gelar tunggal putra Jepang super series setelah menaklukkan Lee Chong Wei 21-17, 21-11.

Jika Sony dapat menembus rintangan babak pertama, maka dia kemungkinan besar akan berhadapan dengan wakil China Chen Long di babak kedua. Prediksi Chen Long menjadi lawan kuat Sony dilandasi pemain negeri Tiongkok itu pastinya akan lebih baik ketimbang lawannya yang baru akan ditentukan melalui babak kualifikasi tersebut.

Sementara Simon juga akan mengalami hal serupa di babak pertama. Pemain asal Tegal, Jawa Tengah, itu akan menghadapi wakil dari Taiwan Hsieh Yu Hsing. Jika lolos, unggulan teratas nomor tunggal putra asal Malaysia Lee Chong Wei kemungkinan besar akan menjadi lawannya jika pemain 1 BWF itu dapat mengalahkan Boonsak Ponsana dari Thailand di babak pertama.

Namun berdasarkan statistik, Simon kemungkinan akan sulit mengalahkan pemain terbaik milik negeri Jiran tersebut. Lee Chong Wei diprediksi akan menghabisi Simon untuk melaju ke babak perempat final. Di babak inilah Lee Chong Wei diprediksi akan berjumpa Sony dengan catatan pemain asal Surabaya, Jawa Timur, itu dapat mengalahkan Chen Long di babak kedua. Pertemuan dua unggulan itu di babak perempat final tentunya terlalu dini setelah tahun lalu keduanya saling bunuh di partai pamungkas.

Hal serupa juga akan dialami Taufik. Dia dipastikan tak akan bersantai ria ketika akan berhadapan dengan tunggal putra Hong Kong Chan Yan Kit di babak pertama. Taufik semakin dituntut ekstra waspada jika merunut pemain yang masuk dalam poolnya.

Jika sanggup menghabisi Chan Yan Kit, salah satu pemain terbaik Pei Wee Chung (Malaysia) dan Andre Smith (Inggris) akan menjadi lawannya di babak kedua. Sedangkan pemenang antara Park Sung Hwan (Korsel) menghadapi Wong Choong Hann (Malaysia) di babak pertama akan berhadapan dengan pemenang antara Ng Wei (Hong Kong) versus Kenichi Tago (Jepang) di babak kedua. Pemenangnya akan menjadi lawan Taufik di babak perempat final.

Kasubbid Pelatnas Cipayung Christian Hadinata menjelaskan, mereka harus menerima drawing yang telah ditentukan BWF tersebut. "Intinya mereka harus lebih maksimal lagi mempersiapkan diri. Namun, saya optimistis mereka masih akan melakukan hal terbaik di turnamen tersebut," ungkapnya, Minggu (13/9/2009).

(Edi Yulianto/Koran SI/van)

Li-NING China Masters - Lin Dan makes a clean sweep for China

Sunday, September 20, 2009

As he has done often in the past, China’s three-time world champion Lin Dan turned on the power to beat Thailand’s Boonsak Ponsana to claim the men’s singles title in the Li Ning China Masters 2009 in Changzhou on Sunday.

The victory also meant that China made a clean sweep of all five titles at stake as the men’s singles was the only event which featured a non-China player in the final.

The finals, however, was robbed of some glitter after two events were disrupted following injuries to Xie Zhongbo and Cai Yun respectively.



In the mixed doubles, the match between Xie Zhongbo-Zhang Yawen and Tao Jiaming-Wang Xiaoli was stopped after Xie could not continue and had to go to hospital for treatment. The score, at that stage, was 13-21, 21-19, 8-4 in favour of Tao-Wang.



Meanwhile in the men’s doubles, the final did not even take place after Cai Yun-Fu Haifeng conceded the match following an injury to Cai Yun. As a result, Guo Zhendong-Xu Chen were proclaimed the winners.



With four of the five finals featuring all China players or pairs, the focus was very much on the men’s singles final.



Ponsana, who crushed Denmark’s Peter Gade in the last eight and China’s silver medallist at the recent World Championships last month, Chen Jin, in the semi-finals, was expected to trouble Lin Dan.



But the reigning Olympic and world champion showed he is a player who is capable of living up to expectations when he demolished Ponsana 21-17, 21-17 to claim his fourth China Masters title.



In the women’s singles, Wang Shixian caused an upset when she beat favourite and No 2 seed Wang Lin in a three-game thriller.



Wang Shixian, 19, won 21-14, 14-21, 21-14 and proved that her earlier wins against the likes of Lu Lan and Wang Yihan was no fluke.



In the women’s doubles, Olympic champions Du Jing-Yu Yang also proved that they were capable of brushing off the challenge from their younger compatriots when they won in straight games, 21-15, 21-15.



Although Cheng Shu-Zhao Yunlei were seeded No 1, Du Jing-Yu Yang showed great understanding and experience to seal the match.

LI NING CHINA MASTERS 2009 - Can Ponsana stop China clean sweep?



Saturday, September 19, 2009

On Saturday, Thailand’s Boonsak Ponsana foiled China’s bid to have five all-China finals in the Li Ning China Masters 2009 finals. On Sunday, he will be out to deny the mighty Chinese of the men’s singles crown.

World No 1 Lee Chong Wei could not provide a sustained challenge to outshine arch rival Lin Dan as the Malaysia’s game fell apart in the third game thus providing Lin Dan the opportunity to win his fourth China Masters title in Changzhou on Sunday.

Despite playing his second consecutive one hour match, Lin Dan showed no signs of fatigue to subdue the Malaysian 22-20, 15-21, 21-7 where he was expected to take on teammate and World Championships silver medallist Chen Jin.

But Ponsana rewrote the script.

Displaying a wide range of strokes, the Thai scored a major upset when he beat Chen Jin 21-16, 4-21, 21-19 to book his place in the final.

In fact, Ponsana was the sole non-China player to make the final as all the other four events – men’s doubles, women’s singles, women’s doubles and mixed doubles, will feature an all-China final.

Malaysia received another blow in the men's doubles when No 3 seeds Choong Tan Fook-Lee Wan Wah were shown the exit by China’s Guo Zhendong-Xu Chen who won 21-12, 21-19.

The Malaysians raced to a 3-0 lead in the first game but a lapse in concentration saw them conceding six consecutive points to the Chinese. Choong-Lee failed to recover from that shock and lost the first game tamely.

In the second game, it looked to be the same script as the Chinese raced to a 13-2 lead. However, complacency seem to take over the Chinese and as they eased off the pressure, the Malaysians clawed back into the game to draw level at 16-16.

But Guo-Xu recovered just in time to nail the second game and will now take on second seeds Cai Yun-Fu Haifeng.

Cai-Fu were given a relatively harder time by Korea’s Cho Gun Woo-Yoo Yeon Seong before prevailing to secure a 16-21, 21-16, 21-15 win.

All the other events featured an all-china line up with Wang Lin and Wang Shixian emerging victorious in the women’s singles semi-final.

Wang Lin, a former world junior champion, took the first game easily 21-13 but found herself on the receiving end in the second game and lost 21-14. However, the No 2 seed turned on the power in the decisive game to deny Wang Xin a place in the final when she took the third game 21-12.

Wang Shixian, on the other hand, defeated Lu Lan 16-21, 21-11, 21-14.

In the women’s doubles, Du Jing-Yu Yang stopped part-timers Gao Ling-Wei Yili 21-19, 21-17 to book their place in the final against top seeds Cheng Shu-Zhao Yunlei. Cheng-Zhao beat Pan Pan-Tian Qing 21-11, 21-13.

The mixed doubles final will be between Tao Jiaming-Wang Xiaoli and Xie Zhongbo-Zhang Yawen.

LI NING CHINA MASTERS 2009 - China seal three titles, Lin Dan-Chong Wei rematch




Friday, September 18, 2009

With three titles signed, sealed and delivered, the question now is who can stop China from adding the Li Ning China Masters 2009 men’s singles and men’s doubles titles to that tally?

That enormous task will fall on the shoulders of Malaysia’s Lee Chong Wei and Choong Tan Fook-Lee Wan Wah, Thailand’s Boonsak Ponsana and Korea’s Cho Gun Woo-Yoo Yeon Seong.



Thanks to an all-China semi-final in the women’s singles, women’s doubles and mixed doubles, Lin Dan and Chen Jin will be eager to make it an all-China final in the men’s singles while Cai Yun-Fu Haifeng and Guo Zhendong-Cheng Xu will aim to do the same in the men’s doubles.



All of which point to an exciting Saturday for the home fans, especially in the men’s events.



First up will be Ponsana, who will take on Chen Jin in the men’s singles semi-final. Having shocked Denmark’s Peter Gade in the quarter-finals, the hugely talented Ponsana will be looking to continue his fine run in the competition by adding Chen Jin’s scalp as well.



On Friday, Ponsana took 69 minutes to subdue the challenge from Gade in his 21-16, 19-21, 21-18 win while Chen Jin had a relatively shorter time against compatriot Chen Long, scoring a 21-16, 8-21, 21-16 win over the former world junior champion.



The Ponsana-Gade match was only overshadowed by another titanic battle between three-time world champion Lin Dan against Korea’s Park Sung Hwan.



Lin Dan took one minute longer than Ponsana to edge out Park with a thrilling 21-15, 13-21, 23-21 win to set up an exciting clash against arch rival Lee Chong Wei. The latter beat China’s Du Pengyu 21-19, 21-15 and will now have the unenviable task of stopping Lin Dan from making the final.



In the men’s doubles, favourites Cai-Fu will play Korea’s Cho-Yoo while Malaysia’s former World No 1, Choong-Lee square off against Guo-Cheng.



No high drama in the other events with Lu Lan the only odd one out in the women’s singles line up – all the other three players share the same surname – Wang.



The fifth seed will play Wang Shixian while Wang Lin and Wang Xin will decide the other finalist. Lu Lan upset Hong Kong top seed Zhou Mi 21-10, 21-17 in the quarter-finals while Wang Shixian stopped Wang Yihan in straight games as well, winning 21-18, 21-18.



Wang Xin ended Pi Hongyan’s run in the tournament with a clinical 21-11, 21-10 win while Wang Lin wore down Korea’s Kim Moon Hi 21-19, 21-18.



In the women’s doubles, part-timers Gao Ling-Wei Yili proved they were still a force to be reckoned with when they beat Korea’s No 2 seeds Ha Jung Eun-Kim Min Jung 21-12, 21-17 to book their place in the last four.



Gao Ling-Wei Yili, who have retired from international competition, face another test in the form of Olympic champions Du Jing-Yu Yang in the semi-finals. The second semi-final will feature top seeds Cheng Shu-Zhao Yunlei and Pan Pan-Qing Tian.



In the mixed doubles, the semi-final line up reads Chen Ziben-Zhang Jinkang against Tao Jiaming-Wang Xiaoli and Xie Zhongbo-Zhang Yawen against He Hanbin-Yu Yang.

LI-NING CHINA MASTERS 2009 - Competition Hots Up

Thursday, September 17, 2009

China geared up for an assault on the five titles at stake in emphatic fashion after their players or pairs took an astonishing 26 of the 40 quarter-final spots in the Li Ning China Masters 2009 in Changzhou.

Only the men’s singles and men’s doubles look to be an open affair with players from China occupying four spots each. In the mixed doubles, only one quarter-final spot went to Korea while in the women’s doubles and women’s singles, non-China players occupied two and three spots respectively.

Denmark's Tine Rasmussen’s recent run of unimpressive results continued when she was shown the exit by China’s Wang Xin who was rewarded with a match against France's former Chinese player, Pi Hongyan. The Frenchwoman beat Japan’s Kaori Imabeppu 16-21, 21-17, 21-18.



In a battle that lasted 45 minutes, Wang Xin denied Tine a place in the last eight with a 17-21, 21-16, 21-14 win.



Joining Wang Xin in the last eight are her teammates Wang Lin, Wang Shixian, who stunned Hong Kong’s Wang Chen, and Lu Lan. Hong Kong's top seed Zhou Mi had no problems disposing Japan’s Shizuka Uchida 21-7, 21-17 to book her place in the quarter-finals.



However, Zhou Mi is expected to face a sterner test in the quarters as she will square off against Lu Lan, the fifth seed.



In the men’s singles, World No 1 Lee Chong Wei and three-time world champion Lin Dan took another step closer to renewing their rivalry when both players won their 2nd round match.



Chong Wei beat England Rajiv Ouseph 21-15, 21-8 while Lin Dan defeated Chinese Taipei’s Hsieh Yu Hsin 21-15, 21-19. However, before Chong Wei and Lin Dan can confirm their semi-final clash, they will have to get past Du Pengyu (China) and Park Sung Hwan (Korea) respectively in the last eight.



Denmark’s Peter Gade and Thailand’s Boonsak Ponsana are the other two non-China players still in the hunt for the men’s singles crown. However, only one player will progress as Gade and Ponsana will play against each other in the quarter-finals.



In the men’s doubles, China’s Cai Yun-Fu Haifeng, the favourites to win the title, after the withdrawal of top seeds Lee Yong Dae-Jung Jae Sung from Korea, beat compatriots Guo Junjie-Li Gen 21-16, 21-15 and will now play Korea’s Ko Sung Hyun-Kwon Yi Goo.



Another Korean pair also made it through to the last eight, Cho Gun Woo-Yoo Yeon Seong. The Koreans beat China’s Liu Xialong-Qiu Zihan 21-8, 21-13.



Malaysia also have two pairs in the last eight with Choong Tan Fook-Lee Wan Wah victorious over China’s Chai Biao-Zhang Nan (21-16, 10-21, 21-9) while Gan Teik Chai-Tan Bin Shen also beat Chinese pair Huang Haitao-Lei Weiliang 21-6, 21-16.



In the mixed doubles, Korea’s Ko Sung Hyun-Ha Jung Eun are the sole non-China pair left in the competition while in the women’s doubles, the urden to stop the Chinese armada lies on the shoulders of Zhang Dan-Zhang Zibao (Macau) and Ha Jung Eun-Kim Jung Min (Korea).

LI NING CHINA MASTERS 2009 -Mew Choo falls, Chong Wei, Lin Dan on track

Thursday, September 17, 2009

Malaysia’s Wong Mew Choo, who stunned everyone by winning of the 2007 China Open, was shown the exit leaving Denmark’s Tine Rasmussen and Hong Kong’s Zhou Mi and Wang Chen with the job of denying the hosts of taking the women’s singles crown.

In the men’s doubles, three-time world champion Lin Dan and World No 1 Lee Chong Wei took a step closer to their expected semi-final clash when they beat their respective opponents in the first round of the Li Ning China Masters 2009 in Changzhou on Wednesday.

Mew Choo, whose career has been bogged by injuries, fell to China’s Jiang Yanjiao in straight games, 21-17, 21-11 while Tine was also given a tough time before securing a 12-21, 21-15, 21-13 win over China’s Zhang Yuchun.

Tine will take on Wang Xin in the second round on Thursday and joining her is fellow European Pi Hongyan of France. Pi’s game against Hong Kong’s Yip Pui Yin went to the wire but the former Chinese national prevailed to win 30-29, 21-18.

However, if all goes according to script, Tine and Pi are expected to clash in the quarter-finals.

Zhou Mi and Wang Chen also progressed, thanks to their 21-15, 21-18 and 21-13, 23-21 wins over Korea’s Jang Soo Young and Germany’s Nicole Grether respectively.

In the men’s singles, Chong Wei shrugged off the challenge from China youngster Lu Qicheng before winning 21-8, 21-16 and will take on England’s Rajiv Ouseph in the second round.

Wong Choong Hann, runner-up in Macau and Chinese Taipei last month, was shown the exit after the Malaysian fell to a 21-9, 21-17 defeat to former world junior champion Chen Long.

Lin Dan, on the hand, had an easy 21-13, 21-13 win over compatriot Qiu Yanbo but is expected to face a tougher time against Chinese Taipei’s Hsieh Yu Hsin in the second round.

Malaysia’s doubles challenge will begin in earnest on Thursday with former World No 1 Choong Tan Fook-Lee Wan Wah, playing as independent shuttlers now, opening their campaign against China’s Chai Biao-Zhang Nan.

Gan Teik Chai-Tan Bin Shen also get their campaign off the ground with a match against Huang Haitao-Lei Weiliang. Both Malaysian pairs were given first round byes.

Following the withdrawal of top seeds Lee Yong Dae-Jung Jae Sung, China’s Li Rui-Rao Yuqiang moved into the second round and will play compatriots Gua Zhendong-Xu Chen while Cai Yun-Fu Haifeng, the second seeds, will take on Guo Junjie-Li Gen in the second round.

In the women’s doubles, the focus will be on the China-Thailand match-ups with Pan Pan-Qing Tian and Olympic champions Du Jing-Yu Yang taking on Savitree Amitrapai-Vacharaport Munkit and Duanganong Aroonkesorn-Kunchala Voravichitchaikul respectively.



In the mixed doubles, there is only one match which features pairs from different countries with the bulk of matches featuring pairs from China.



Seventh seeds Yoo Yeon Seong-Kim Min Jung will take on China’s Chen Xu-Zhao Yunlei.

LI-NING China Masters 2009

Monday, September 14, 2009

Malaysia’s Lee Chong Wei and China’s three-time World Champion Lin Dan will renew their rivalry while Denmark’s Tine Rasmussen will be out to stop the Chinese armada of former and current stars when the US$250,000 Li Ning China Masters 2009 gets underway proper in Changzhou on Wednesday.

The qualifying session begins on Tuesday.

Once again, it is the Chong Wei-Lin Dan expected semi-final clash which will be the eagerly anticipated encounter in Changzhou after the Malaysian suffered a shock quarter-final exit at the recent World Championships in Hyderabad.



Lin Dan had no such problems and went on to win the world title, his third, at the expense of teammate Chen Jin.



Initially both Chong Wei and Lin Dan were drawn in different halves but the men’s singles event was forced to a redraw following the withdrawal of Wacha Przemyslaw of Poland.



While Chong Wei’s coach, Misbun Sidek acknowledged the fact that the redraw was tough on his charge, he also highlighted the fact that it will be a folly to think about Lin Dan at this stage as the Malaysian’s path is littered with several dangerous opponents.



Players like Du Pengyu, Joachim Persson and Lu Qicheng are capable of raising their game and this could spell trouble for Chong Wei, the top seed.



In the women’s singles, Tine Rasmussen will have to contend with new Chinese sensation Wang Lin in the semi-final. But before that, the Dane will have to stop France’s Pi Hongyan, a former Chinese player, in an expected last eight match.



In the top half, another former Chinese star, Zhou Mi of Hong Kong, is the top seed. China were dealt a blow when Zhu Lin and Lu Lan were drawn to play each other in the first round but there is still the promising Wang Yihan to depend on as well.



In the men’s doubles, Korea’s Lee Yong Dae-Jung Jae Sung will get a chance to atone for their heartbreaking defeat in the final of the World Championships as they are expected to meet China’s Cai Yun-Fu Haifeng in the final.



The Koreans were beaten by Cai-Fu in a thrilling three-game encounter in Hyderabad in one of the most memorable matches of the tournament but are the top seeds in Changzhou.



In the women’s doubles, dominated by pairs from China, the hosts are overwhelming favourites to win the title as they have several big names in the field.



Top seeds Shu Cheng-Zhao Yunlei, Olympic champions Du Jing-Yu Yang, the experienced Gao Ling-Wei Yili and Yang Wei-Zhang Jiewen are all capable of winning the title.



Out to deny China will be a pool of relatively small number of pairs from Korea, Chinese Taipei and the Canada-Germany combination of Charmaine Reid-Nicole Grether.



The script is the same with Korea’s Lee Yong Dae-Lee Hyo Jung in the unenviable position of trying to win the title in a mixed doubles field that has 23 pairs from China.

CHINESE TAIPEI YONEX OPEN 2009 - Tien Minh strikes again


Malaysia’s Wong Choong Hann had to play the bridesmaid role for the second time in as many weeks when he lost to Vietnam’s Nguyen Tien Minh in the men’s singles final of the US$170,000 Chinese Taipei Yonex Open badminton championships on Sunday.

Choong Hann, runner-up in Macau last week, lost to Tien Minh in straight games of 11-21 and 14-21.

There, however, was plenty to cheer for the hosts as their shuttlers bagged two of the five titles, winning the women’s singles while the men’s pair of Chen Hong Ling/Lin Yu Lang continued their fine run with a splendid win over Hong Kong’s Yohan Hadikusumo Wiramata/Wong Wai Hong.

India and China won the mixed doubles and women’s doubles titles respectively.

file-wongCH

In the men’s singles, Choong Hann failed to raise his game as his tough three-game win over Indonesia’s Taufik Hidayat in the semi-finals seem to have taken its toll on the 32-year-old.

Looking lethargic and no thanks to some unforced errors, Choong Hann was simply blown away by a faster and sharper Tien Minh.

In fact, the Vietnamese should be given due credit as he played a near flawless game, using an array of attacking shots – from cross court smashes to delicate net play – to beat the Malaysian.

The last time Choon Hann won the Taiwan Open was in 2003 when he beat Indonesia’s Sony Dwi Kuncoro in the final.

“He was just too good and I definitely lost to a better player today,” said Choong Hann.

“While it is disappointing to lose, I am nevertheless satisfied with my performance over the last three weeks.”

CVhoong Hann also competed in the YONEX-SUNRISE BWF World Championships which ended in Hyderabad on 16 August.

If Saina Nehwal was the toast of the Indian camp last year when she won the women’s singles crown, it was the turn of the mixed doubles pair of V. Diju/ Jwala Gutta to shine this year.

The Indian pair beat Hendra Aprida Gunawan/ Vita Marissa 23-21, 21-18 in the final.

“It is a great win and moment for Indian badminton and I’m sure the win will spur more youngsters to take up the game, especially in the doubles, in the near future,” said India’s head coach P. Gopichand.

In the women’s singles, Cheng Shao Chieh beat a nervous Bae Seung Hee of South Korea 17-21, 21-12, 21-15 while Hong Ling/Yu Lang beat Yohan/Wai Hong 14-21, 21-12, 21-19 to clinch the men’s doubles title.

China’s Yang Wei/Zhang Jiewen defeated the Indonesian-United States combination pair of Vita Marissa/Mona Santosa 21-14, 21-9 to lift the women’s doubles crown.

MACAU OPEN GRAND PRIX GOLD 2009 - Chong Wei triumphs, China sweep three titles

World No 1 Lee Chong Wei, still reeling from his shock quarter-final exit at the World Championships last week, captured the men’s singles title at the Macau Open with a straight games win over compatriot Wong Choong Hann. China, on the other hand, continued their domination, taking three of the five titles at stake.

Malaysia grabbed another title, thanks to an all-Malaysia men’s doubles final which was won by Koo Kien Keat-Tan Boon Heong, 21-14, 17-21, 21-12 winners over Choong Tan Fook-Lee Wan Wah.

Both Choong Hann and Choong-Lee have quit the Malaysian national team but still compete regularly on the international scene, thanks to their personal sponsors.



The men’s doubles final was a littered with unforced errors with both pairs guilty of several silly mistakes. However, Koo-Tan, the World No 2, were sharper and took their chances well at the crucial stages to nail the title.



In the men’s singles, Choong Hann put up a strong fight against Chong Wei but the latter’s superior fitness and age advantage proved to be decisive factors.



Chong Wei showed great court coverage and his ability to switch from defence into attack mode caught Choong Hann off guard on several occasions.

In the end, Chong Wei scored a 21-15, 21-19 win to take home is first Macau Open title. Last year, Chong Wei was beaten by Indonesia’s Taufik Hidayat in the final.



The women’s doubles title went to China's Du Jing-Yu Yang who beat another Chinese pair of Yang Wei-Zhang Jiewen 21-16, 21-11 in the final.



In another all-China final, Wang Yihan needed almost one hour to stop Jiang Yanjioa 16-21, 22-20, 21-12 to win the women’s singles crown.



Both players were a spent force in the third game but Wang Yihan showed more anticipation in the third game to block Jiang’s cross court drops and smashes to move in front.



And on several occasions, it was Wang Yihan who used her cross court net shots to leave Jiang rooted to the spot.



In the mixed doubles, the only event to feature players from different countries, China’s He Hanbin-Yu Yang beat the Indonesian pair of Hendra Aprida Gunawan-Vita Marissa in 21-14, 21-9 to win the title.

source : www.internationalbadminton.org

Minggu, September 13, 2009

Target Sapu Bersih Emas, Pemain Senior Mendominasi



Maria Kristin Yulianti, masuk dalam skuad bulu tangkis Indonesia di SEA Games 2009.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim bulu tangkis Indonesia untuk SEA Games 2009 yang akan berlangsung di Laos, 9-18 Desember, terdiri dari pemain-pemain senior. Ini dibuat untuk memenuhi target menyapu bersih medali emas.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh, yang ditemui di Pelatnas Cipayung, Rabu (2/9), pemilihan pemain-pemain senior dilakukan karena khawatir tidak mampu menyumbang medali dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara dua tahunan tersebut.

Tim yang total terdiri atas 18 pemain, masing-masing sembilan putra dan putri itu di dalamnya terdapat peraih medali Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan (emas), Nova Widianto/Liliyana Natsir (perak) dan Maria Kristin (perunggu).

"Sekarang statusnya masih Pelatnas SEA Games karena entry by name (pendaftaran nama) masih Oktober nanti," jelas Lius.

Semula PBSI tidak memasukkan nama-nama pemain utama seperti Sony Dwi Kuncoro, Maria, Kido/Hendra dan Nova/Liliyana ke dalam usulan tim pelatnas SEA Games. PBSI ingin memberi tanggung jawab dan kesempatan bagi pemain pelapis.

Namun karena targetnya memenangi ketujuh medali emas yang diperebutkan, akhirnya nama pemain-pemain itu dimasukkan ke dalam tim.

Pada SEA Games 2007 di Thailand, tim bulu tangkis Indonesia yang juga sebagian besar terdiri atas pemain senior berhasil memenangi ketujuh medali emas, masing-masing lima perorangan dan dua beregu.

Medali emas perorangan disumbang Taufik Hidayat, Maria Kristin, Kido/Hendra, Vita Marissa/Liliyana Natsir dan Vita Marissa/Flandy Limpele. Sedang dua medali emas lainnya diperoleh dari nomor beregu putra dan putri.

- Nama-nama tim pelatnas SEA Games 2009 bulu tangkis Indonesia:

Putra: Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Markis Kido, Hendra Setiawan, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Nova Widianto dan Devin Lahardi.

Putri: Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, Aprilia Yuswandari atau Linda Weni Fanetri, Greysia Polii, Nitya Krishinda, Shendy Puspa Irawati, Meiliana Jauhari, Liliyana Natsir dan Lita Nurlita.

LOU
Sumber : ANT

Dekat SEA Games, Kejurnas Terancam Tanpa Pemain Pelatnas




SURABAYA, KOMPAS.com — Kejuaraan nasional bulu tangkis yang berlangsung di Surabaya pada 1-5 Desember 2009 terancam tanpa kehadiran pemain pelatnas utama. Pasalnya, jadwal turnamen itu berdekatan dengan pelaksanaan SEA Games 2009 di Laos.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Yacob Rusdianto mengatakan, kejurnas tahun ini akan mempertandingkan kategori perorangan.

Selain jadwal yang berdekatan dengan SEA Games, pelaksanaan kejurnas juga kemungkinan berbenturan dengan putaran final Master Super Series 2009, yang hingga kini belum diputuskan tempat pertandingannya.

"PBSI tetap menginginkan seluruh pemain pelatnas bisa tampil di kejurnas, tetapi semuanya masih tergantung kebijakan pelatih pelatnas karena waktunya memang mepet dengan SEA Games," ucapnya, Sabtu (12/9).

Hampir seluruh pemain pelatnas utama Cipayung masuk dalam tim inti yang disiapkan untuk menghadapi multievent Asia Tenggara dua tahunan tersebut. Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Maria Kristin, Firdasari, dan Markis Kido/Hendra Setiawan dipastikan tampil di SEA Games.

Target sapu bersih medali emas dari KONI, seperti yang diraih pada SEA Games dua tahun sebelumnya, membuat PB PBSI tidak memiliki pilihan lain. Mau tak mau, mereka menurunkan pemain-pemain utama.

Yacob Rusdianto mengaku sangat khawatir jika final Master Super Series jadi digelar karena hal itu sudah pasti akan mengganggu konsentrasi pemain.

"Sampai saat ini belum ada negara yang mengajukan diri menjadi tuan rumah final Master Super Series. Tapi kalau final jadi digelar awal Desember, sudah pasti pemain pelatnas tidak bisa berlaga di kejurnas," ujarnya menegaskan.

Kejurnas bulu tangkis yang menjadi kalender tahunan PB PBSI merupakan salah satu ajang evaluasi bagi seluruh pebulu tangkis daerah untuk perbaikan peringkat nasional dan promosi degradasi.

Pada pelaksanaan kejurnas sebelumnya, hampir seluruh pemain pelatnas utama dan pratama tampil dengan membawa bendera daerahnya masing-masing.

"Kalau pemain pelatnas tidak turun, kejurnas sudah pasti hambar dan tidak ubahnya seperti sirkuit nasional atau kejuaraan-kejuaraan lain," kata Humas Pengprov PBSI Jatim Budi Haryono.

LOU
Sumber : AN

Taufik Masih Pantas Perkuat Indonesia di SEA Games




SEMARANG, KOMPAS.com — Ketua PB Djarum Kudus FX Supandji berpendapat, Taufik Hidayat masih pantas masuk skuad bulu tangkis Indonesia untuk SEA Games XXV di Laos, 9-18 Desember. Tenaga mantan pemain Pelatnas Cipayung itu masih sangat dibutuhkan, terutama untuk menghadapi pesaing utama di Asia Tenggara, Malaysia.

"Saya kira Taufik masih bisa diandalkan untuk memimpin tim bulu tangkis Indonesia karena bagaimanapun juga penampilan Taufik lebih stabil dibandingkan pemain lainnya," kata Supandji, Selasa (8/9).

Apalagi, tambahnya, tim bulu tangkis Malaysia bakal diperkuat pemain-pemain papan atas dunia Lee Chong Wei dan Wong Choong Han (tunggal putra), kemudian Thailand memiliki tunggal putra Boonsak Ponsana yang juga bisa menjadi ganjalan Indonesia untuk mengulang prestasi SEA Games 2007 Thailand.

"Saya tidak meremehkan pebulu tangkis lainnya, seperti Simon Santoso, Sonny Dwi Kuncoro, dan Tommy Sugiarto, tetapi saya melihat penampilan Taufik lebih konsisten dibandingkan mereka," katanya.

Ketika ditanya sejak Januari 2009, pebulu tangkis asal Jawa Barat tersebut sudah tidak berada di pelatnas. Dia mengatakan tidak masalah karena ini untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu negara.

"PB PBSI bisa memanggil Taufik untuk membela Indonesia pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia Tenggara di Laos mendatang," katanya.

Kalau untuk nomor ganda putra, kata dia, cukup dengan pebulu tangkis yang ada di pelatnas saja karena pasangan Ryan Sukmawan/Jonathan Suryatama dan Markis Kido/Hendra Setiawan masih bisa mengatasi pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon dan Choong Tan Fook/Lee Wan Wah.

Tentang target Indonesia untuk menyapu tujuh medali emas bulu tangkis SEA Games mendatang, dia mengaku optimistis. Menurutnya, peluang untuk tunggal putra ada di tangan Taufik, tunggal putri Maria Kristin, ganda putri bisa pasangan Gresya Polii/Nitya Krishinda atau Meliana Jauhari/Shendy Puspa Irawati, atau Gresya Polii/Lita Nurlita.

Kemudian ganda putra yang berpeluang adalah pasangan Kido/Hendra, sedangkan ganda campuran pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir.

Pada SEA Games 2007 Thailand, Indonesia menyapu tujuh medali emas yang disediakan, masing-masing lima nomor perorangan (tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan campuran) kemudian beregu putra dan beregu putri.

Untuk nomor perorangan, medali emas disumbangkan oleh Taufik, Maria Kristin, Kido/Hendra, Vita Marissa/Liliyana Natsir, dan Vita Marissa/Flandy Limpele. Sementara dua medali emas lainnya diperoleh dari nomor beregu putra dan putri.

Nama-nama tim pelatnas SEA Games 2009 adalah Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Markis Kido, Hendra Setiawan, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Nova Widianto, dan Devin Lahardi (putra).

Kemudian Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, Aprilia Yuswandari atau Linda Weni Fanetri, Greysia Polii, Nitya Krishinda, Shendy Puspa Irawati, Meiliana Jauhari, Liliyana Natsir, dan Lita Nurlita (putri).

LOU
Sumber : ANT

Rintangan Besar Menghampiri Sony dkk




JAKARTA - Ujian berat akan dilalui pebulu tangkis Indonesia di turnamen Jepang Super Series 2009. Perjuangan mereka diprediksi tak akan sampai ke babak semifinal jika merujuk drawing yang diputuskan BWF.

Di nomor tunggal putra misalnya, tiga tumpuan Merah Putih melalui Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso (pelatnas Cipayung) dan Taufik Hidayat (nonpelatnas) akan mendapatkan tantangan begitu luar biasa sebelum mencapai tangga teratas.

Sony dipastikan langsung banting tulang mulai babak pertama ketika akan menghadapi tunggal putra Thailand Tanongsak Saensomboonsuk. Meski di atas kertas Sony masih lebih mumpuni ketimbang wakil negeri Gajah Putih itu, tapi Sony wajib waspada penuh mempertahankan prestasinya tahun lalu. Sony tahun lalu merebut gelar tunggal putra Jepang super series setelah menaklukkan Lee Chong Wei 21-17, 21-11.

Jika Sony dapat menembus rintangan babak pertama, maka dia kemungkinan besar akan berhadapan dengan wakil China Chen Long di babak kedua. Prediksi Chen Long menjadi lawan kuat Sony dilandasi pemain negeri Tiongkok itu pastinya akan lebih baik ketimbang lawannya yang baru akan ditentukan melalui babak kualifikasi tersebut.

Sementara Simon juga akan mengalami hal serupa di babak pertama. Pemain asal Tegal, Jawa Tengah, itu akan menghadapi wakil dari Taiwan Hsieh Yu Hsing. Jika lolos, unggulan teratas nomor tunggal putra asal Malaysia Lee Chong Wei kemungkinan besar akan menjadi lawannya jika pemain 1 BWF itu dapat mengalahkan Boonsak Ponsana dari Thailand di babak pertama.

Namun berdasarkan statistik, Simon kemungkinan akan sulit mengalahkan pemain terbaik milik negeri Jiran tersebut. Lee Chong Wei diprediksi akan menghabisi Simon untuk melaju ke babak perempat final. Di babak inilah Lee Chong Wei diprediksi akan berjumpa Sony dengan catatan pemain asal Surabaya, Jawa Timur, itu dapat mengalahkan Chen Long di babak kedua. Pertemuan dua unggulan itu di babak perempat final tentunya terlalu dini setelah tahun lalu keduanya saling bunuh di partai pamungkas.

Hal serupa juga akan dialami Taufik. Dia dipastikan tak akan bersantai ria ketika akan berhadapan dengan tunggal putra Hong Kong Chan Yan Kit di babak pertama. Taufik semakin dituntut ekstra waspada jika merunut pemain yang masuk dalam poolnya.

Jika sanggup menghabisi Chan Yan Kit, salah satu pemain terbaik Pei Wee Chung (Malaysia) dan Andre Smith (Inggris) akan menjadi lawannya di babak kedua. Sedangkan pemenang antara Park Sung Hwan (Korsel) menghadapi Wong Choong Hann (Malaysia) di babak pertama akan berhadapan dengan pemenang antara Ng Wei (Hong Kong) versus Kenichi Tago (Jepang) di babak kedua. Pemenangnya akan menjadi lawan Taufik di babak perempat final.

Kasubbid Pelatnas Cipayung Christian Hadinata menjelaskan, mereka harus menerima drawing yang telah ditentukan BWF tersebut. "Intinya mereka harus lebih maksimal lagi mempersiapkan diri. Namun, saya optimistis mereka masih akan melakukan hal terbaik di turnamen tersebut," ungkapnya, Minggu (13/9/2009).

(Edi Yulianto/Koran SI/van)