
Pebulu tangkis Indonesia berangkat ke turnamen Super Series Jepang, 22-27 September, dalam suasana Idul Fitri. Terbersit harapan untuk membawa pulang gelar setelah sekian lama puasa juara.
Ganda putra terkuat Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, memendam keinginan kuat untuk meraih hasil terbaik. Selain lama tak turun di turnamen resmi, mereka juga sudah lama tak meraih gelar di turnamen level super series.
Hingga 2009 sudah mendekati akhir, baru satu gelar juara saja yang dipetik Kido/Hendra, yaitu Kejuaraan Asia. Hasil itu juga diraih ketika lawan-lawan berat dari Korea dan Cina absen. Terakhir mereka juara di SS Prancis, November 2008.
“Tahun ini memang banyak cobaan yang menghadang mereka. Berat memang, tapi saya berharap mereka bisa bangkit,” sebut Sigit Pamungkas, pelatih ganda putra.
Sejak Juni, usai mengikuti SS Indonesia, mereka tak lagi tampil di turnamen. Penyebabnya adalah kondisi Kido yang sempat terganggu tekanan darah yang naik. Padahal, dalam persiapan menuju ke Kejuaraan Dunia, Agustus, performa Kido/Hendra dinilai tengah mendekati penampilan terbaik.
"Sekarang persiapan sudah oke. Kami sudah cukup lama tidak ikut turnamen. Tentu saya ingin meraih gelar di Jepang,” ucap Kido.
“Satu hal yang masih mereka kejar adalah menemukan sentuhan dalam permainan. Kalau soal sudah lama tidak tampil di turnamen, rasanya tak terlalu berpengaruh untuk pemain sekelas Kido/Hendra,” ujar Sigit.
Saat ini peringkat dunia Kido/Hendra masih di posisi pertama. Namun, tanpa gelar besar peringkat tersebut rasanya hambar.
"Semangat sudah pasti. Kondisi kami sudah hampir mendekati yang terbaik," tutur Hendra.
Buat pasangan lain, M. Ahsan/Bona Septano dan Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama, Sigit juga menaruh harapan. “Saya minta mereka bisa menghilangkan beban karena bertemu dengan lawan kuat. Jangan sampai down lebih dulu sebelum bertanding karena sudah ditunggu lawan kuat. Kalaupun akhirnya kalah, akan dilihat lagi di mana kita tertinggal,” sebut Sigit.
Pada nomor tunggal putra, juara bertahan Sony Dwi Kuncoro juga berharap bisa mengulangi prestasinya. Setelah menikah, Sony kini mengaku lebih tenang.
"Setelah punya istri, yang jelas saya sekarang lebih tenang dan termotivasi. Tak ada pikiran lain yang mengganggu. Apa lagi yang mau saya cari selain prestasi?" kata Sony.
Pada 2009, di level super series baru Nova Widianto/Lilyana Natsir yang membawa pulang gelar dari SS Malaysia, Januari. Semoga Idul Fitri kali ini membawa berkah juara buat pemain Indonesia. (Erwin Fitriansyah)
Tunggal Puteri, Beban Berat
Tugas berat kembali dipikul nomor tunggal putri dalam turnamen Super Series Jepang, 22-27 September. Nomor ini diwakili Maria Kristin dan Adriyanti Firdasari.
Maria jika lolos dari babak kualifikasi mungkin akan menantang Tine Rasmussen (Denmark). Di pul ini juga bercokol juara dunia 2009, Lu Lan.
Sementara itu Firda langsung menemui jalan terjal karena bertemu unggulan pertama, Zhou Mi, di babak pertama meski ia sebetulnya memiliki celah. Zhou saat ini memang menjadi pemain peringkat satu dunia, tetapi di beberapa kesempatan pemain Cina yang kini membela Hong Kong itu justru sering mengalami kesulitan di babak pertama.
Pada SS Indonesia, Zhou langsung tumbang di tangan pemain muda Jepang, Sayaka Sato, di babak pertama. Saat bertanding di GP Makau, pemain pelapis pelatnas Lindaweni Fanetri juga memaksa Zhou bermain tiga gim.
"Sementara ini agak sulit bicara target. Kalau Firda bisa langsung panas, peluang menang cukup terbuka," ucap Marlev Mainaky, pelatih tunggal putri. (win)
-- Pemain Indonesia yang ke Jepang Open 2009 --
Tunggal Putra:
•Sony Dwi Kuncoro
•Simon Santoso
•Taufik Hidayat*
Tunggal Putri:
•Maria Kristin
•Adriyanti Firdasari
Ganda Putra:
•Markis Kido/Hendra Setiawan
•M. Ahsan/Bona Septano
•Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama
•Alvent Yulianto/Hendra Gunawan*
•Candra Wijaya/Rendra Wijaya*
•Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi*
Ganda Putri:
•Greysia Polii/Nitya Krishinda,
•Shendy Puspa/Meiliana Jauhari
Ganda Campuran:
•Nova Widianto/Lilyana Natsir
•Devin Lahardi/Lita Nurlita
•Hendra Gunawan/Vita Marissa*
•Candra Wijaya/Anastassia Russkikh* (INA/RUS)
Keterangan; * profesional
Maria Febe Disingkirkan Tine Baun
14 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar